Membuat virtual machine di Virtualbox menggunakan Command Line

Dalam tulisan ini, Host OS menggunakan Debian wheezy, kemudian diinstall virtualbox versi 4.1.18 dan Extension_Pack-4.1.8.

Untuk Guest OS nya diberi nama “wheezy” yang akan di-install Debian Wheezy netinst menggunakan berkas iso “debian-7.1.0-i386-netinst.iso” yang sebelumnya sudah diunggah ke “/home/vbox” yang merupakan home folder dari user “vbox” selaku user virtualbox.

Install virtualbox

# apt-get update
# apt-get install virtualbox

Buat user vbox

# useradd -m vbox -G vboxusers,cdrom
# passwd vbox
# su - vbox

Mulai tahapan pembuatan virtual machine-nya.

$ VBoxManage createvm --name wheezy --ostype Debian --register
Virtual machine 'wheezy' is created and registered.
UUID: e0e4a4fe-5ae5-4602-bb16-459f22424a8b
Settings file: '/home/vbox/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vbox'

Check interface yang kita gunakan, karena kita akan menggunakan interface tersebut nantinya.

$ /sbin/ifconfig -a
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0c:29:86:8e:e5
          inet addr:10.xxx.xxx.xxx  Bcast:10.xxx.xxx.xxx  Mask:255.255.255.0
$ VBoxManage modifyvm "wheezy" --memory 2048 --acpi on --boot1 dvd --nic1 bridged --bridgeadapter1 eth0

Periksa konfigurasi yang barusan kita lakukan

$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "Memory size"
Memory size:     2048MB
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "NIC 1"
NIC 1:  MAC: 080027D85B5D, Attachment: Bridged Interface 'eth0', Cable connected: on, Trace: off (file: none), Type: 82540EM, Reported speed: 0 Mbps, Boot priority: 0, Promisc Policy: deny

Proses pembuatan harddisk, dengan format VDI (bisa juga diset ke VMDK atau VHD)

$ VBoxManage createhd --filename ~/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vdi --size 10000 --format VDI
0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%
Disk image created. UUID: 252a25f2-0327-42e1-b117-ddad42da1b09

Pasang disk yang tadi kita buat

$ VBoxManage storagectl wheezy --name "SATA Controller" --add sata --controller IntelAhci
$ VBoxManage storageattach "wheezy" --storagectl "SATA Controller" --port 0 --device 0 --type hdd --medium ~/VirtualBox VMs/wheezy/wheezy.vdi

Pasang berkas iso debian-7.1.0-i386-netinst.iso

$ VBoxManage storagectl wheezy --name "IDE Controller" --add ide --controller PIIX4
$ VBoxManage storageattach wheezy --storagectl "IDE Controller" --port 1 --device 0 --type dvddrive --medium ~/debian-7.1.0-i386-netinst.iso
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "IDE Controller"
Storage Controller Name (1):            IDE Controller
IDE Controller (1, 0): /home/vbox/debian-7.1.0-i386-netinst.iso (UUID: c0d2679e-1fd5-4e57-8967-c68218c00c7e)

Meng-enable remote desktop, untuk kemudahan dalam proses instalasi Guest OS nantinya.

$ VBoxManage modifyvm wheezy --vrde on
$ VBoxManage modifyvm wheezy --vrdemulticon on --vrdeport 3389
$ VBoxManage showvminfo wheezy | grep "VRDE"
VRDE:            enabled (Address 0.0.0.0, Ports 3389, MultiConn: on, ReuseSingleConn: off, Authentication type: null)
VRDE Connection:    not active

Start vm yang sudah dibuat

$ VBoxHeadless --startvm wheezy
Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.1.18_Debian
(C) 2008-2013 Oracle Corporation
All rights reserved.

VRDE server is listening on port 3389.

Muncul keterangan bahwa VRDE sudah listen di port 3389, artinya saatnya kita lakukan remote desktop menggunakan remote dektop fasilitas dari Windows.

vrde_virtualbox

Sekian dan semoga bermanfaat.

Langkah-langkah downgrade versi PHP di Debian Wheezy

Ceritanya mau mindahin aplikasi dari server sebelah ke Debian Wheezy, dan developernya minta di downgrade PHP nya dari 5.4 ke 5.3, alasannya musti ngedit code & framework kalau tetep dipaksain menggunakan PHP 5.4.

Google sebentar, nemu link dan cobain, Alhamdulillah berhasil.

# vi /etc/apt/sources.list

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

Periksa php dan module versi 5.4 yang terpasang :

# dpkg -l | grep php| awk '{print $2}' |tr "n" " "

Sunting berkas /etc/apt/preferences.d/preferences dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda, silahkan dibuat jika berkas tersebut tidak ada.

# vi /etc/apt/preferences.d/preferences

Package: php5*
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: libapache2-mod-php5
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: php-pear
Pin: release a=oldstable
Pin-Priority: 700

Package: *
Pin: release a=stable
Pin-Priority: 600

Hapus paket-paket PHP versi 5.4 beserta modul-modulnya.

# aptitude remove `dpkg -l | grep php| awk '{print $2}' |tr "n" " "`

Install paket  PHP 5.3 beserta modul-modul yang dibutuhkan.

# apt-get update
# apt-get -t oldstable install `dpkg -l | grep php5| awk '{print $2}' |tr "n" " "`

Install juga paket-paket tambahannya

# apt-get install php-pear uw-mailutils libgd-tools liblcms-utils libmagick core3-extra libmcrypt-dev mcrypt memcached

Periksa list paket PHP dan modul-modul yang terinstall.

# dpkg -l | grep php

Pacemaker, Corosync, DRBD, Apache, PHP dan MySql di Debian 7 “Wheezy”

Ini adalah catatan kecil tentang bagaimana melakukan instalasi dan konfigurasi cluster di Debian 7 (Wheezy), dalam tutotial singkat ini, Perangkat lunak yang digunakan adalah, Pacemaker, Corosync, DRBD, Apache, PHP dan MySql.

Tujuan akhir dari konfigurasi ini adalah membuat cluster aktif-pasif dengan menggunakan dua node (dalam tutorial ini menggunakan nama “satu” dan “dua”) yang mana kedua node tersebut bisa melakukan failover jika salah satu node  mengalami kerusakan. Sedangkan service yang dilayani adalah service Webserver dan MySQL.

DRBD disini berfungsi melakukan “raid over network” terhadap salah satu partisi disk yang mana partisi tersebut merupakan letak berkas data mysql dan berkas webserver, jadi ketika satu node mengalami kerusakan maka data akan tetap aman.

Pacemaker, Corosync, DRBD, Apache, PHP dan MySql di Debian 7 “Wheezy”