Belajar OpenSolaris

Ada buku bagus (.pdf) bagi yang ingin mempelajari OpenSolaris :), silahkan langsung diunduh saja disini:

http://www.opensolaris.org/os/community/edu/nocost_resources/studentguide.pdf

Dan buat Anda yang ingin gabung di milis “OpenSolaris User Group Indonesia” atau yang biasa disebut OSUG-ID, bisa langsung arahkan kursor ke sini http://groups.google.com/group/OSUG-Indonesia

BlankOn Beta Rilis

Setelah dikembangkan dalam 6 bulan terakhir saat ini Tim BlankOn dengan ini mengumumkan peluncuran versi beta dari BlankOn 4.0 (Meuligoe), “Fajar baru perangkat lunak legal dan kreatif, untuk dan oleh anak negeri”. Rilis ini adalah rilis beta yang ditujukan untuk menguji BlankOn sebelum diluncurkannya rilis
akhir pada tanggal 13 November 2008.

BlankOn 4.0 adalah distro Linux turunan dari Ubuntu & menggunakan Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex sebagai basis pengembangannya. Dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn untuk menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia. Beberapa fitur yang tersedia di BlankOn 4.0 yaitu mendukung multimedia seperti mp3 dan
dvd, serta memiliki thema atau tampilan grafis yang khas Indonesia. Dan seperti halnya rilis Lontara, BlankOn 4.0 juga menyertakan peramban Offline Wikipedia – “Daluang”.

== Catatan Rilis ==

http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/Rilis/Beta

== Unduh BlankOn 4.0 Beta ==

http://cdimage.blankonlinux.or.id/rilis/meuligoe/beta/
http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon-minimalist/rilis/meuligoe/beta/

== Umpan Balik & Partisipasi ==

Proyek BlankOn selalu terbuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin terlibat dan berperan aktif dalam pengembangan BlankOn Linux. Informasi untuk berpartisipasi di BlankOn dapat Anda baca pada halaman berikut ini:

http://groups.google.com/group/BlankOn/web/bagaimana-berpartisipasi

Bila Anda menemukan masalah dan bugs pada rilis BlankOn 4.0 (Meuligoe) beta ini dipersilakan untuk membuat laporan bugs melalui:

http://dev.blankonlinux.or.id/newticket

Dan jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai BlankOn, Anda dapat menanyakannya langsung kepada para pengembang BlankOn yang berada di:

http://groups.google.com/group/BlankOn

NFS di Ubuntu dan OpenSolaris

Ini adalah dokumentasi kecil tentang bagaimana meng-konfigurasikan Ubuntu agar bisa berbagi file dengan mesin yang bersistem operasi OpenSolaris menggunakan NFS.

Ada dua skenario disini, yaitu Ubuntu sebagai NFS Server yang akan men-share folder kemudian akan di mount oleh mesin OpenSolaris (sebagai NFS Client), skenario kedua adalah mesin OpenSolaris sebagai NFS Server yang akan men-share sebuah folder yang nantinya akan di mount di mesin Ubuntu (sebagai NFS Client), monggo langsung dibaca saja, klo ada yang salah mohon dikoreksi… 🙂

Ubuntu sebagai NFS Server

$ sudo aptitude install nfs-kernel-server
$ sudo vim /etc/exports
/Backup 192.168.29.0/255.255.255.0(rw,sync,no_subtree_check)

Keterangan :
/Backup = Folder yang akan di share
192.168.29.0/255.255.255.0 = IP komputer yang berhak mengakses folder Share tersebut
(rw,sync,no_subtree_check) = Opsi tambahan

$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart

OpenSolaris sebagai NFS Client

# mkdir /backup
# mount -F nfs -o vers=3 192.168.29.1:/Backup /backup

Keterangan:
“-o vers=3” = opsi agar OpenSolaris menggunakan NFS versi 3 (Default OpenSolaris 2008.05 menggunakan NFS versi 4) untuk melakukan koneksi ke Ubuntu Linux.
192.168.29.1 = IP dari komputer NFS Server (Ubuntu)
/Backup = folder yang di share di NFS Server (Ubuntu)
/backup = direktori dimana mountpoint dilakukan di NFS Client (OpenSolaris)

Saya mencoba melakukan mount menggunakan command tanpa “-o vers=3”

# mount -F nfs 192.168.29.1:/Backup /backup

maka yang terjadi adalah error “nfs mount: mount: /Backup: Not owner”

Sampai disini saya mengambil kesimpulan bahwa NFS Versi 4 di Ubuntu Linux belum berjalan dengan stabil, masih banyak kekurangan/bug dibandingkan dengan NFS versi 4 di Solaris/OpenSolaris yang sudah sangat stabil 🙂

OpenSolaris Sebagai NFS Server

Secara default instalasi NFS Server dan Client di OpenSolaris sudah terinstall, jadi kita tinggal meng-konfigurasi dan menggunakannya saja.

# share -F nfs /Data

Default opsi untuk share diatas adalah read write (rw), jika kita ingin menggunakan opsi-opsi tambahan, bisa menggunakan opsi [-o optionlist], misalkan kita hanya ingin men-share folder /data tersebut dengan permission read only, maka kita bisa menggunakan command berikut

# share -F nfs -o ro /Data

Untuk melihat direktori yang sudah kita share, kita bisa gunakan command :

# share
– /Data rw “”

Ubuntu sebagai NFS Client

# apt-get install portmap nfs-common
# sudo mkdir /data
# sudo mount -o rsize=8192,wsize=8192 192.168.29.141:/Data /data

Keterangan:
“rsize=8192” = besar buffer yang digunakan untuk membaca
“wsize=8192”
= besar buffer yang digunakan untuk menulis
192.168.29.141 = IP dari NFS Server (OpenSolaris)
/Data = Folder yang di share di NFS Server (OpenSolaris)
/data = direktori dimana mountpoint dilakukan di NFS Client (Ubuntu)

Jika tidak ada error itu berarti apa yang kita lakukan sukses, an sampai disini berarti kita sudah mengkonfigurasi Linux baik sebagai NFS Server maupun Client, dan begitu juga kita telah bisa mengkonfigurasi OpenSolaris sebagai NFS Server maupun NFS Client yang mana kedua mesin dengan dua operating sytsem berbeda tersebut bisa saling berbagi file (sharing file) menggunakan NFS.

Blankon Rilis Alpha 3

Akhirnya Blankon Linux merilis Jahitan 3 atau bahasa “londo”nya dikenal sebagai Rilis Alpha 3… :), selangkah lagi menuju Rilis Beta dan mudah-mudahan bisa di Rilis stable dua minggu setelah Rilis Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex), dibawah ini adalah copas dari press rilis yang disampaikan oleh Om Iang 🙂

Bapak-bapak ibu-ibu sebangsa dan setanah air. Dengan ini saya, mewakili tim steering, mengumumkan bahwa pengembangan BlankOn 4.0 alias Meuligoe mengeluarkan rilis alpha ke 3 yang dikenal sebagai Jahitan 3.

Catatan rilis bisa dibaca di http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/Rilis/Jahitan3

ISO dapat diunduh di :

Masing-masing versi terbit dalam dua edisi: Live cd dan Alternate, edisi Live CD tentu saja berupa Live CD, namun masih dapat diinstal di komputer. Sedangkan edisi alternate dibuat berupa CD instalasi berbasis teks.

Lebaran 2008 di Kampoeng Magelang

Sembilan hari mudik ke Magelang dalam rangka Lebaran bersama ortu, kok nggak ada yang berubah ya? yang berubah dari Magelang cuma macetnya, dulunya nggak macet sekarang macet banget :p

Oh ya tak sempet-sempetin mampir ke “Tahu Pojok” (sesuai rekomen temen-temen tentang tahu kupat yang mak nyus…) di sebelah “Masjid Agung kauman Magelang”, dan ternyata emang lidah nggak pernah bohong, kupat tahunya emang mak nyus… 🙂

Sayang ndak bisa jepret-jepret soalnya kameranya ketinggalan di rumah 🙂