Remove bootmenu Vista

Ceritanya mo keren-kerenan ma temen2 kantor, pake vista :p, saya buat dual boot dengan Windows XP, eh nggak taunya aplikasi-aplikasi kantor yang sehari-harinya dipake buat kerja nggak pada support vista, ya sudah terpaksa deh uninstall Vista nya, caranya, saya format drive dimana terdapat OS Vista tersebut πŸ™‚

Masalah muncul setelah saya coba reboot, di menu boot nya masih muncul pilihan, XP atau Vista, ok… sampai disini saya masih pede, saya coba boot menggunakan cd installer windows XP, kemudian saya pilih menu repair, dan saya coba fixmbr, kemudian saya reboot kembali, ternyata… pilihan menu boot nya belum hilang juga, saya coba lagi jalankan fixmbr-nya lagi, ternyata masalah masih belum solve juga…

Ok… langkah selanjutnya, saya buka Google, kemudian mencoba memasukkan beberapa keyword, dan akhirnya menemukan tool yang saya cari, namanya “VistaBootPRO“, tanpa pikir panjang lagi, langsung saya download tool tersebut, saya install (tool ini membutuhkan NET Framework), saya jalankan kemudian setting sesuai kebutuhan (mendelete menu boot vista) dan Alhamdulillah, setelah saya reboot pilihan menu OS ketika waktu stratup telah hilang… πŸ™‚

vistabootpro vistabootpro3.jpg vistabootpro4.jpg

Install driver emulex LP11000 di Solaris 10

Ini adalah step-step menginstall driver emulex LP110000 di Solaris 10, yang saya implementasikan di Sunfire 240 πŸ™‚

1. Install Emulex Kit

# tar xvf emlxu_kit-1.00n-sparc.tar
# pkgadd -d .

The following packages are available:
1 EMLXemlxu ….

Pilih no. 1 kemudian ikutin step-step selanjutnya hingga selesai, dan pastikan muncul message “successfull”, kemudian delete semua binding :

cd /opt/EMLXemlxu/bin/
./emlxdrv

Pilih “clear_all” kemudian pilih “q” untuk exit

# reboot

2. Install LPFC

# tar vxf lpfc-6.10g-sparc.tar
# pkgadd -d .

The following packages are available:
1 EMLXemlxu ….
2 lpfc.1 ….

Pilih no. 2 kemudian ikutin step-step selanjutnya hingga selesai, dan pastikan muncul message “successfull”

# reboot

3. Install HBAnyware

# tar vxf solaris-3.0a17-6.10g-1b.tar
# gunzip HBAnyware-3.0a17-sparc.tar.gz
# tar -xvf HBAnyware-3.0a17-sparc.tar
# ./unpack_apps
# pkgadd -d .

The following packages are available:
1 EMLXemlxu ….
2 HBAnyware ….
3 lpfc.1 ….

Pilih no 2

Ikutin step-step selanjutnya hingga selesai, dan pastikan muncul message “successfull”

# sync
# reboot

Tambahan :

Untuk mensetting agar driver ini menjadi module loadable :

# modload /kernel/drv/sparcv9/lpfc

Untuk mengecek apakah driver Emulex ini sudah benar-benar terinstall maka ada beberapa command yang bisa dipergunakan :

# modinfo | grep lpfc
41 1324460 57320 130 1 lpfc (Emulex FC SCSI/IP lpfc 6.10g)

# /usr/sbin/lpfc//lputil
….

Emulex Fibre Channel Host Adapters Detected: 1
Host Adapter 0 (lpfc0) is an LP11000-M4 (Ready Mode)

ket : angka 1 berarti ada satu HBA yang terinstall.

Untuk menjalankan aplikasi GUI HBAnyware bisa menggunakan command :

# /usr/sbin/hbanyware/hbanyware

Jika Anda menginstall driver emulex melalui remote console via ssh atau telnet, maka kita bisa menggunakan xmanager untuk menampilkan HBAnyware GUI, caranya:

  • Install Xmanager di komputer atau notebook Anda
  • Jalankan Xmanager-Passive
  • Export display komputer remote menggunakan command:

# export DISPLAY=ip_komputer_anda:0.0
# /usr/sbin/hbanyware/hbanyware &

Jika tidak ada error, maka akan tampil tampilan GUI HBAnyware ini di notebook/komputer Anda.

Congratulation..!!!

Indomie Istimewa

Resep Indomie Istimewa buatan cinta… πŸ™‚

Bahan :

  • 1 Btr telur
  • 1 Bks Indomie rasa mie ayam
  • ΒΌ sendok teh garam
  • 3 Lbr sawi hijau segar
  • 1 Siung Bawang Merah
  • 1 Siung bawang Putih
  • 2 Buah cabe rawit

Cara Membuat :

  1. Goreng 1 btr telur secara orak arik kemudian tiriskan
  2. Iris rajang tipis untuk bawang merah, bawang putih dan cabe rawit
  3. Didihkan 100 ml air kemudian masukkan irisan bawan merah, bawang putih dan cabe rawit.
  4. Setelah kurang lebih 5 menit tuangkan sebagian air rebusan ke mangkuk dan tambahkan dengan bumbu instant indomie.
  5. Masukkan mie dan sawi hijau ke dalam air rebusan sisa dan rebus hingga matang
  6. Setelah matang campur mie dengan rebusan air yang sudah dilengkapi dengan bumbu dan aduk hingga rata.
  7. Taburkan gorengan telur orak arik diatasnya
  8. Indomie istimewa siap disantap

My Brainbench…

Hari ini nggak tau kenapa kok saya ngerasa bete banget dikantor, so.. daripada “ayam tetangga pada mati” (gara-gara bengong) saya coba-coba untuk mengerjakan exam di brainbench (yg free tentunya).

Setelah beberapa saat melakukan proses registrasi, kemudian saya memilih beberapa kategori exam yang saya pikir saya sedikit mengetahuinya, dan inilah hasilnya… πŸ™‚

Linux Administrator
Score : 3.08

Technical Helpdesk
Score : 3.17

Technical Support
Score : 2.94

Memang sih hasil yang saya dapatkan sangat tidak memuaskan, maka dari itu, musti keep learning dan learning… πŸ™‚

Sebenernya klo kita hanya mengejar score tinggi, bisa saja sih kita mencontek atau membuka catatan, google atau tanya ke temen waktu kita mengerjakan exam ini, tapi… buat apa klo begitu? bukankah exam itu berfungsi untuk mengukur kemampuan diri kita?

Ok, buat Anda-Anda yang sering bete di kantor, mungkin dengan cara mengikuti exam-exam yang ada di brainbench ini bisa jadi pilihan tepat untuk mengisi waktu luang Anda

Happy brainbenching…!!! πŸ™‚

Setting IP address Solaris

  1. Aktifkan ethernet interface
  2. # ifconfig pcn0 plumb

  3. Assign IP ke interface ethernet
  4. # ifconfig pcn0 192.168.0.10 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255

  5. Meng-online kan interface ethernet
  6. # ifconfig pcn0 up

  7. Edit /etc/hosts
  8. # vi /etc/hosts
    192.168.0.10 delta (nama komp)

  9. Edit /etc/hostname.xxx
  10. # vi /etc/hostname.pcn0
    delta

  11. Edit /etc/netmasks
  12. # vi /etc/netmasks
    192.168.0.10 255.255.255.0

  13. Setting Gateway
  14. # vi /etc/defaultrouter
    192.168.0.1

Mirroring (RAID 1) Solaris 10

Mendokumentasikan cara konfigurasi mirroring (RAID 1) di Solaris 10

Langkah-langkahnya:

  1. Membuat salinan VTOC

    prtvtoc /dev/rdsk/c0d0s2 | fmthard -s – /dev/rdsk/c0d1s2

  2. Membuat metadb, Metadb ini adalah file database yang akan menampung semua data konfigurasi mirror yang dibuat, sekedar saran, jika Anda bermaksud membuat mirroring di kemudian hari pada mesin Solaris, maka sebaiknya siapakan partisi unused yang nantinya akan berguna untuk menampung semua data konfigurasi mirror yang akan dibuat.

    metadb –a –c 3 –f c0d0s7 c0d1s7

  3. Membuat virtual device dari setiap slice yang akan dimirror.

    Skenario:
    d0 – / mirror
    d10 – /dev/dsk/c0d0s0
    d20 – /dev/dsk/c0d1s0

    d1 – swap
    d11 – /dev/dsk/c0d0s1
    d21 – /dev/dsk/c0d1s1

    metainit -f d10 1 1 /dev/dsk/c0d0s0
    metainit -f d20 1 1 /dev/dsk/c0d1s0
    metainit d0 -m d10

    metainit -f d11 1 1 /dev/dsk/c0d0s1
    metainit -f d21 1 1 /dev/dsk/c0d1s1
    metainit d1 -m d11

  4. Membuat virtal device di harddisk kedua

    metattach d0 d20
    metattach d1 d21

  5. Memberitahu operating system bahwa root sistem sekarang berupa virtual device bukan slice harddisk lagi

    metaroot d0

  6. Rubah device swap ke /dev/md/dsk/d1
  7. dumpadm -d /dev/md/dsk/d1

  8. Edit /etc/vfstab
  9. Restart

    lockfs -fa
    init 6

Jalankan command “metastat -i” untuk melihat status syncronisasi nya πŸ™‚

Referensi :
[1] http://tedytirta.com/2007/09/12/raid-1-di-solaris-10/
[2] http://www.tech-recipes.com/solaris_system_administration_tips225.html

KDE 4.0 release

KDE 4.0

KDE; Salah satu linux desktop environtment terpopuler merilis versi stable 4.0 nya, tampil dengan librari multimedia yang lebih komplit, support hardware yang lebih baik, serta tampilan desktop yang lebih ciamik πŸ™‚

KDE 4.0 tampil dengan desktop manager baru yang diberi nama “Dolphin”, yang mirip dengan MAC OS file manager di padu dengan theme oxygen serta icon Apple yang glossy, membuat KDE 4.0 patut dan layak dicoba πŸ™‚

Di website resminya KDE ditulis :

The KDE 4 Libraries have seen major improvements in almost all areas. The Phonon multimedia framework provides platform independent multimedia support to all KDE applications, the Solid hardware integration framework makes interacting with (removable) devices easier and provides tools for better power management.

The KDE 4 Desktop has gained some major new capabilities. The Plasma desktop shell offers a new desktop interface, including panel, menu and widgets on the desktop as well as a dashboard function. KWin, the KDE Window manager, now supports advanced graphical effects to ease interaction with your windows.

Lots of KDE Applications have seen improvements as well. Visual updates through vector-based artwork, changes in the underlying libraries, user interface enhancements, new features, even new applications — you name it, KDE 4.0 has it. Okular, the new document viewer and Dolphin, the new file manager are only two applications that leverage KDE 4.0’s new technologies.

The Oxygen Artwork team provides a breath of fresh air on the desktop. Nearly all the user-visible parts of the KDE desktop and applications have been given a facelift. Beauty and consistency are two of the basic concepts behind Oxygen.

Tutorial tentang bagaimana menginstall KDE 4.0 di Ubuntu gutsy dapat ditemukan di sini [1]

Jika Anda tidak ingin repot-repot menginstall KDE 4.0 di mesin Ubuntu gutsy Anda, silahkan download iso image kubuntu gutsy yang telah diremaster menggunakan KDE 4.0 sebagai built-in desktop environmentnya disini. [2]

Berita terkait :
[-] http://kde.org/announcements/4.0/
[-] http://blog.wired.com/monkeybites/2008/01/kde-4-brings-im.html


[1] Howto install KDE 4.0 Stable in Ubuntu Gutsy
[2] http://cdimage.ubuntu.com/kubuntu/releases/gutsy/kde4/