Mengembalikan Boot XP di MBR

Banyak jalan menuju Roma, saya rasa ungkapan ini sangat benar, contoh kecil di milis yang sering saya ikutin, banyak banget orang yang merasa kebingungan jika mereka menghadapi masalah, padahal jika di floor di milis, mereka akan temukan solving dari masalah tersebut secara cepat, jelas, dan free of charge.

Sample masalah yang sering banget saya temui adalah, ketika seseorang sedang belajar mengenal linux, kemudian mereka menginstall linux di partisi bersebelahan dengan partisi Windows, ketika suatu saat dia ingin meng -uninstall Linux mereka (karena biasanya pengguna pemula lebih identik suka mencoba berbagai distro) maka yang terjadi adalah, mereka tidak bisa masuk kembali ke Windows XP nya, dikarenakan boot loader yang masih aktif di MBR (Master Boot Record) adalah boot loader dari linux, bisa Grub bisa Lilo.

Nah pertanyaan yang muncul adalah, “Bagaimana cara menghapus boot loader linux (lilo atau grub), dan digantikan dengan booting Windows XP nya?”

Ok, sekarang coba saya tuliskan step-stepnya:

  1. Masukkan CD Installer Windows XP
  2. Silahkan Set BIOS agar bisa booting via CD
  3. Muncul Blue Screen Instalasi Windows Pilih Opsi REPAIR
  4. Masuk ke Recovery Console
  5. Pilih Partisi Windows yang mau di repair
  6. Masukkan Password Administrator
  7. Setelah muncul C:\Windows maka ketik: FIXMBR atau FIXBOOT
  8. Jawab “YES” jika muncul pertanyaan, “Apakah anda akan menginstall ulang MBR?”
  9. Restart

Begitulah langkah-langkah yang perlu kita lakukan, untuk menghapus Boot Loader Linux (lilo atau Grub yang “bandel” bercokol di MBR, setelah kita menghapus partisi Linux.

Langkah-langkah tersebut diatas tidaklah mutlak harus begitu, ini hanyalah salah satu cara saja, karena kita pun bisa melakukan hal tersebut lewat Floppy, CD installer Windows 98 or Whatever.

So… Banyak jalan menuju Roma 🙂

Samsons – Kenangan Terindah

C Am F C
aku yang lemah tanpamu
aku yang rentan karena
cinta yang hilang darimu
yang mampu menyanjungku

selama mata terbuka
sampai jantung tak berdetak
selama itu pun aku
mampu tuk mengenangmu

Dm Am Dm Am F
darimu…
kutemukan hidupku
bagiku…
kaulah cinta sejati…

reff:
C G Am Em F C Dm G
bila yang tertulis untukku
adalah yang terbaik untukmu
kan kujadikan kau kenangan
yang terindah dalam hidupku

namun takkan mudah bagiku
meninggalkan jejak hidupku
yang tlah terukir abadi
sebagai kenangan yang terindah

Iman, Qada & Qadar, Islam Kamil

  1. Bagaimana proses manusia menjadi beriman? Iman secara harfiah dalam Islam adalah berarti percaya kepada Allah. Dengan itu orang yang beriman adalah ditakrifkan sebagai orang yang percaya (mukmin). Siapa yang percaya maka dia dikatakan beriman. Perkataan Iman diambil dari kata kerja ‘aamana’ – “yukminu’ yang berarti ‘percaya’ atau ‘membenarkan’.Perkataan Iman yang bererti ‘membenarkan’ itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam surah al-Taubah ayat 62 yang artinya: “Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman.”

    Takrif Iman menurut istilah syariat Islam ialah seperti diucapkan oleh:

    Ali bin Abi Talib r.a. yang artinya: “Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota.”

    Aisyah r.a. berkata: “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.”

    Imam al-Ghazali menguraikan makna Iman seperti berikut: “Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota).”

    Kesimpulannya dapat dinyatakan bahawa Iman ialah keyakinan yang dibenarkan oleh hati, diucapkan dengan mulut (lidah) dan dibuktikan dengan amalan. Ringkasnya orang yang beriman ialah orang yang percaya, mengaku dan beramal. Tanpa tiga syarat ini, seseorang itu belumlah dikatakan beriman yang sempurna. Ketiadaan satu sahaja dari yang tiga itu, sudah lainlah nama yang Islam berikan pada seseorang itu, iaitu fasik, munafik atau kafir.

    Iman ialah membenarkan dengan hati, menyatakan dengan lisan, dan melakukan dengan anggota badan.

    Konsekuensi dari keimanan adalah keikhlasan setiap mukmin untuk ber-Islam (patuh dan taat) terhadap semua aturan dan hukum Allah SWT, baik dalam kaitan hablum minallah maupun hablum minannaas, termasuk dalam urusan pribadi dan keluarga serta dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    Sungguh sulit bisa diterima akal sehat, bila seseorang menyatakan beriman dengan lidahnya, namun tidak tercermin sedikit pun ruh dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kesehariannya. Terlebih lagi bila dengan terang-terangan menyatakan kufur (menolak) terhadap seluruh atau sebagian aturan dan hukum Allah SWT.

    Jadi ketika seorang manusia telah bisa ikhlas membenarkan dengan hati atas apa yang ia yakini, dan mampu ikhlas menyatakan dengan lisan, dan mampu mengimplementasikan serta mengamalkan dengan anggota badan dalam setiap kesehariannya, maka ia bisa dinamakan sebagai “MANUSIA BERIMAN”.

  2. Mengapa dengan beriman kepada qada dan qadar, manusia akan mencapai kesuksesan hidup?
    Kata qadar berarti ukuran (miqdar), dan taqdir (takdir) yaitu ukuran sesuatu dan menjadikannya pada ukuran tertentu, atau menciptakan sesuatu dengan ukurannya yang ditentukan. Sedangkan kata qadha berarti menuntaskan dan memutuskan sesuatu, yang di dalamnya menyiratkan semacam unsur konvensi. Terkadang dua kata ini digunakan secara sinonim yang berarti nasib.Maksud dari takdir Ilahi yaitu bahwa Allah swt. telah menciptakan segala sesuatu serta telah menetapkan kadar dan ukurannya masing-masing dari segi kuantitas, kualitas, ruang dan waktu. Dan hal ini dapat teralisasi di dalam rangkaian sebab-sebab.Sedangkan yang dimaksud qadha Ilahi adalah menyam-paikan sesuatu kepada tahap kepastian wujudnya, setelah terpenuhinya sebab-sebab dan syarat-syarat sesuatu itu. Berdasarkan maksud ini, tahap takdir itu lebih dahulu dari tahap qadha’, karena di dalam takdir terdapat beberapa tahap gradual dan syarat-syarat yang jauh, tengah dan dekat. Dan takdir ini dapat mengalami perubahan dengan berubahnya sebagian sebab dan syaratnya.

    Kaum mukmin yang meyakini bahwa setiap kejadian tidak bisa lepas dari kehendak Allah Yang Bijak, dan semua kejadian itu bersumber dari takdir dan qadha’ Ilahi, ia tidak akan merasa takut menghadapi peristiwa yang menyakitkan. Ia tidak akan pernah berputus asa. Ketika ia merasa yakin bahwa kejadian-kejadian itu merupakan bagian dari tatanan alam Ilahi Yang Bijak, pasti akan terwujud sesuai dengan kemaslahatan dan kebijaksanaan, maka ia akan menerimanya dengan lapang dada. Karena dengan jalan ini seorang mukmin akan sampai kepada sifat-sifat yang terpuji seperti: sabar, tawakal, ridha, dan sebagainya.

    Demikian pula hati seorang mukmin tidak akan terkait dan tidak akan tertipu oleh dunia, dan tidak akan bangga dengan kesenangannya. Ia tidak akan tertimpa penyakit sombong. Dan ia tidak akan menjadikan nikmat Ilahi sebagai sarana untuk mencapai status sosial.

    Allah swt. menyinggung manfaat-manfaat besar ini melalui ayat-Nya:

    “Tidak ada suatu bencana apa pun yang menimpa di muka bumi ini dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab lauh mahfuz, sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu agar kalian tidak berduka cita dari apa yang lepas dari diri kalian dan supaya kalian jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya terhadap kalian dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Qs. Al-Hadid: 22-23).

    Sehingga sangat masuk akal jika dengan percaya Qada dan Qadar, manusia akan menemui kesuksesan, karena ketika dia dalam kondisi di bawah maka ia takkan pernah putus asa, dan ketika dia di posisi atas, maka ia pun takkan menjadi kufur atau sombong.

  3. Mengapa syariat islam dikatakan sempurna?
    Islam adalah satu agama yang mengandungi ajaran-ajaran yang dapat digunakan oleh umat manusia dalam mengharungi hidup yang semakin kompleks ini. Ajaran Islam adalah lengkap serta sempurna dan satu-satunya agama yang diakui kebenarannya disisi Allah subhanahua ta’ala, seperti yang dinyatakan dengan firmannya dalam surah Al-Imran ayat 19, yang Artinya: “Sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam”Allah subhanahua ta’ala telah menurunkan agama Islam itu dengan selengkap-lengkapnya, mengandungi petunjuk-petunjuk yang diperlukan dan agama yang diredhai Allah untuk dijadikan pedoman dalam segala hal. Firman Allah ta’ala dalam surah Al-Maidah ayat 3, “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan aku telah cukupkan kepadamu nikmatku, dan aku telah diredhai Islam ini menjadi agamamu”Kesempurnaan agama Islam, bukan saja kerana ajarannya yang serba lengkap, sanggup menghadapi zaman, tetapi juga karena sesuai dengan tabiat dan fitrah kejadian manusia, Sebagaimana firman Allah dalam surah Ar-Rum ayat 30 yang artinya : “hadapkanlah seluruh dirimu dengan betul-betul kepada ciptaanku Allah, yang dijadikannya manusia sesuai dengan agama itu. Itulah agama yang benar, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

    Sebagian dari ajaran Islam, yang setiap waktu dapat digunakan menjadi pedoman dan ujian dalam menilai hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang sesuai dengan perkembangan fikiran dan kemajuan.

    Jadi jelas bahwa Islam adalah Syariat agama yang sempurna.

PMD “Playboy Masuk Desa”

Akhirnya “Playboy” terbit juga, berbungkus artikel ponsel dan tips2 jadul….. playboy berusaha memanipulasi doktrin yang tersirat.

Yang lebih ironis lagi, ada salah satu artis/pemilik PH seorang “bencong kaleng” yang mengungkapkan dengan tanpa merasa berdosa “harusnya kita bangga, playboy masuk indonesia”, memangnya “TNI masuk Desa?”

Dasar!!! Gila kali ya…!!!

Install Nvidia Driver Fedora Core 5

Step by step instalasi Nvidia Driver di Fedora Core 5 Kernel 2.6.16-1.2080_FC5

  • Download file :
  • xorg-x11-drv-nvidia-1.0.8178-0.lvn.5.i386.rpm
    nvidia-kmod-1.0.8178-0.lvn.3.2.6.15_1.1881_FC5.src.rpm

    Di http://beta.glwb.info/nvidia/

  • Compile nvidia-kmod package:
  • [root@invaleed Arya]# rpmbuild –rebuild –target `uname -m` nvidia-kmod-*.src.rpm

    Pastikan kernel header telah terinstall di machine Fedora kita

    Jika ternyata di machine Fedora kita belum terinstall Kernel Header, maka lakukan instalasi terlebih dahulu dengan menggunakan perintah:

    [root@invaleed Arya]# yum install kernel-devel

  • Setelah yakin kernel Header telah terinstall dengan sempurna, lanjutkan dengan menginstall paket "nvidia-kmod" dan "xorg-x11-drv-nvidia"
  • [root@invaleed Arya]# rpm -ivh kmod-nvidia-1.0.8178-0.lvn.3.2.6.16_1.2080_FC5.i686.rpm

    [root@invaleed Arya]# rpm -ivh xorg-x11-drv-nvidia-1.0.8178-0.lvn.5.i386.rpm

    Jika tidak ditemukan error atau dependencies dalam proses penginstalan tadi, maka itu berarti proses instalasi Driver nvidia di Fedora Core 5 telah selesai, langkah terakhir adalah,

  • Restart X-Windows
  • Jika ketika machine Fedora kita up kembali maka akan tampil Logo Nvidia, dan itu tandanya instalasi benar-benar telah berhasil, Congratulations… 🙂

Tips & Trick Fedora Core 5 [1]

  • The easiest way to get started is to install the freshrpms-release packages:
  • # rpm -ivh http://rpm.livna.org/fedora/5/i386/livna-release-5-4.noarch.rpm
    # rpm -ivh http://ayo.freshrpms.net/fedora/linux/5/i386/RPMS.freshrpms/freshrpms-release-1.1-1.fc.noarch.rpm

  • Install NTFS Driver
  • # yum -y install kmod-ntfs

  • Install Xmms Support MP3
  • # yum install xmms-mp3

  • Install Microsoft Truetype Fonts http://corefonts.sourceforge.net/
  • Download msttcorefonts-1.3-4.noarch.rpm
    # rpm -ivh msttcorefonts-1.3-4.noarch.rpm
    # /etc/init.d/xfs restart