Install ZFS di openSUSE

Instalasi ZFS di openSUSE Leap 42.1

Selamat!

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Mencoba ZFS di Linux Debian Wheezy

Ini adalah catatan singkat ketika mencoba zfs on linux menggunakan Debian Wheezy 64bit.

Sebelum membuat zpool dan zfs filesystem, periksa terlebih dahulu ketersediaan disk yang akan digunakan. Referensi penggunakan dev name bisa dilihat disini.

Mulai membuat zpool (datapool)

Menambahkan disk hotspare pada pool datapool, tujuan hotspare ini agar pada saat terjadi kerusakan disalah satu diks pool, maka akan langsung digantikan oleh disk hotspare.

Selanjutnya bermain dengan zfs filesystem.

Eksperimen menggunakan snapshot dan clone di zfs

Mantab!, fungsi-fungsi tersebut berjalan dengan baik, saat nya bereksperimen lebih lanjut.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

ZFS, sebuah catatan kecil

Sekedar catatan ketika mencoba ZFS di Solaris Express 5.11 di vmware, mudah-mudahan bermanfaat, amien… 🙂

Create mirror pool dengan nama “bigpool”

Check partisi apakah benar menggunakan ZFS filesystem

List ZFS yang ada

Mengaktifkan fitur compression di pool

Create home direktori filesystem dan di mount ke /export/home

Mengaktifkan NFS-export secara Otomatis disemua home direktori

Create home direktory untuk masing-masing user

List ZFS yang ada sekarang :

zfs1.jpg

Setting quota masing-masing user

List ZFS yang ada sekarang dengan quota yang telah diset sebelumnya

zfs2.jpg

Menambah quota masing-masing user (fitur ini sangat terasa mudah sekali dibandingkan jika kita extend partisi di filesystem lain)

List ZFS yang ada, dengan quota yang telah di extend

zfs3.jpg

Untuk menambah space ke pool

Membuat snapshot direktori arya

Mengembalikan snapshot ke snapshot sebelumnya

Jika ingin mencoba Administrasi ZFS via GUI bisa juga dengan menjalankan service “smcwebserver”

Kemudian arahkan web browser ke https://nama_host:6789

Ini adalah screenshoot dari ZFS GUI :

ZFS GUI_1

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

ZFS on Linux

ZFS adalah filesystem buatan Sun Microsystem yang didesign khusus untuk Operating System Solaris atau OpenSolaris, Linus Torvalds menyebut ZFS sebagai salah satu “very few bright spots” di Solaris.

Seperti diketahui bahwa ZFS mempunya berbagai fitur modern yang tidak dimiliki oleh filesystem lain, diantaranya :

  • Memiliki kemampuan pemeriksaan integritas data yang menyeluruh menggunakan mekanisme checksum dan transactional copy-on-write yang canggih, jadi di setiap file yang disimpan dengan ZFS akan dicek integritas nya dengan Checksum, jadi jika suatu saat nilai checksum ini berubah, kita dapat mengetahui kalau file ini corrupt.
  • Pool-wide striping dinamis yang dimiliki ZFS memungkinkan adanya peningkatkan bandwidth I/O secara otomatis saat terjadi penambahan storage, membuat partisi menjadi semudah membuat folder, belum lagi sensor pre-fetch yang dapat dengan cerdas membaca pola data untuk lebih mendongkrak kinerja.
  • Merupakan satu-satunya file system 128-bit yang dapat menampung data dengan kapasitas hampir tidak terbatas, mampu menangani skala yang besar, compression built-in, serta fasilitas snapshot dan clone yang canggih.
  • Proses checking filesystem yang cepat apabila terjadi proses force reboot ataupun power failure.

Seperti diketahui juga bahwa lisensi dari filesystem ZFS ini adalah Sun’s CDDL license, inilah yang membuat filesystem ZFS ini tidak bisa native di linux, karena bertentangan dengan lisensi yang dimiliki oleh Linux yaitu GPL.

Ada info menarik tentang keberadaan ZFS ini di Linux, karena ada sebuah project bernama ZFS on FUSE/Linux yang sedang dirintis oleh seorang programmer asal Portugal bernama Ricardo Correia, yang bertujuan melakukan porting ZFS ke FUSE framework, jadi jika project ini berhasil maka pengguna Linux akan bisa menikmati fitur-fitur ZFS yang canggih.

Fuse ini telah di diimplementasikan pada NTFS filesystem; NTFS-3g, dengan hasil yang baik.

Untuk mengikuti perkembangan dari project Porting “ZFS on Fuse” ini, silahkan langsung menuju ke ZFS on FUSE blog.

Referensi :

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+