Cara merecover (decrypt) Admin password WebLogic Server

Jika suatu saat menemui kejadian dimana kita lupa password Admin Server pada Weblogic, cara yang bisa diambil adalah me-reset atau merecover password tersebut, lokasi password biasanya disimpan di berkas boot.properties.

Ini adalah cara merecover, bukan mereset password tersebut.

Ambil terlebih dahulu password yang terenkripsi pada berkas boot.properties.

Masuk ke folder security

Buat berkas script yang berfungsi untuk men-decrypt password tersebut.

Simpan, kemudian jalankan script tersebut

Hasilnya adalah password yang sudah di-decrypt, dalam kasus saya ini passwordnya adalah “weblogic”.

Demikian semoga bermanfaat, dan gunakan dengan bijak 😀

Sumber : http://emarcel.com/recover-decrypt-weblogic-server-admin-password/

Konfigurasi penggunaan lebih dari empat kartu jaringan di VirtualBox

Dalam website resmi VirtualBox disebutkan bahwa VirtualBox mendukung penggunaan kartu jaringan hingga delapan untuk setiap mesin virtualnya, sayangnya melalui VBox GUI kita hanya bisa mengkonfigurasi hingga empat kartu jaringan, dan tulisan dibawah ini adalah cara mengaktifkan kartu jaringan lainnya.

Konfigurasi Host Only

Konfigurasi Bridge

Konfigurasi NAT

Keterangan lengkapnya bisa dibaca di sini.

 

Instalasi ownCloud di BlankOn Suroboyo

ownCloud menyediakan akses universal ke file Anda melalui web, komputer atau perangkat mobile Anda dimanapun Anda berada. ownCloud juga menyediakan platform untuk dengan mudah melihat dan melakukan sinkronisasi kontak, kalender dan bookmark di semua perangkat Anda dan memungkinkan Anda melakukan pengeditan langsung melalui web.

Kalimat diatas adalah kutipan dari web resmi ownCloud, menarik bukan?

Dan ini adalah langkah-langkah jika hendak melakukan instalasi ownCloud di BlankOn Suroboyo. Sebagai tambahan informasi, saat artikel ini ditulis, versi ownCloud yang ada di repositori BlankOn adalah ownCloud versi 5.0, sedangkan kemarin tanggal 12/11/2013 ownCloud merilis ownCloud 6 Community Edition.

Langkah pertama, atur komputer/server agar bisa terkoneksi ke internet, kebetulan saya menggunakan Proxy.

Setelah proses instalasi ownCloud selesai, kita buat satu buah database yang akan digunakan oleh ownCloud.

Database yang akan kita gunakan adalah “0wncl0ud” sedangkan user databasenya adalah “petruk” dan passwordnya adalah “S4mpl3P@ssw0rd”.

Setelah proses pembuatan database selesai, saatnya melakukan konfigurasi ownCloud, arahkan web browser anda ke http://ip_server_ownCloud/owncloud dan ikutin langkah-langkahnya hingga selesai, disana akan ditanyakan database yang digunakan, username & password user databasenya.

Selamat, Anda telah berhasil melakukan instalasi ownCloud. Setelah sukses melakukan instalasi, bagaimana mendapatkan apps dan melakukan instalasinya?

Caranya buat Anda yang seorang Programmer mungkin Anda bisa membuatnya sendiri, untuk yang bukan Programmer Anda bisa mendownload apps yang sesuai dengan keinginan Anda dari web apps ownCloud.

Untuk instalasinya silahkan download apps yang diinginkan, letakkan pada folder “/usr/share/ownCloud/apps”, extract dan enable-kan apps yang baru diinstall via web konsolnya.

Mudah bukan? selamat mencoba.

Sumber :

Langkah-langkah instalasi osTicket di Debian Wheezy

osTicket is the world’s most popular and trusted open source customer support ticketing system. osTicket is designed to help you improve customer service by providing your staff with a customer support platform they need to deliver fast, effective and measurable support.

osTicket is a FREE, open source software released under GPL license. Our core features and usability not only rival, but also exceed those of most bloated commercial helpdesk solutions.

osTicket is powerful, yet simple to use. This ensures that your staff can quickly begin using the system without any headaches or hassles, and with very little or no training.

Itu adalah kutipan dari website resminya tentang apa itu osTicket dan apa gunanya osTicket, dan berikut ini adalah langkah-langkah instalasinya:

Akses ke http://ip_server/osticket
Ikuti langkah-langkah instalasinya hingga selesai, jika ada error maka akan tampil di halaman instalasi tersebut.

Untuk keamanan, setelah instalasinya selesai, lakukan hal dibawah ini:

osticket

Sekian dan semoga bermanfaat.

Membuat virtual machine di Virtualbox menggunakan Command Line

Dalam tulisan ini, Host OS menggunakan Debian wheezy, kemudian diinstall virtualbox versi 4.1.18 dan Extension_Pack-4.1.8.

Untuk Guest OS nya diberi nama “wheezy” yang akan di-install Debian Wheezy netinst menggunakan berkas iso “debian-7.1.0-i386-netinst.iso” yang sebelumnya sudah diunggah ke “/home/vbox” yang merupakan home folder dari user “vbox” selaku user virtualbox.

Install virtualbox

Buat user vbox

Mulai tahapan pembuatan virtual machine-nya.

Check interface yang kita gunakan, karena kita akan menggunakan interface tersebut nantinya.

Periksa konfigurasi yang barusan kita lakukan

Proses pembuatan harddisk, dengan format VDI (bisa juga diset ke VMDK atau VHD)

Pasang disk yang tadi kita buat

Pasang berkas iso debian-7.1.0-i386-netinst.iso

Meng-enable remote desktop, untuk kemudahan dalam proses instalasi Guest OS nantinya.

Start vm yang sudah dibuat

Muncul keterangan bahwa VRDE sudah listen di port 3389, artinya saatnya kita lakukan remote desktop menggunakan remote dektop fasilitas dari Windows.

vrde_virtualbox

Sekian dan semoga bermanfaat.

Langkah-langkah downgrade versi PHP di Debian Wheezy

Ceritanya mau mindahin aplikasi dari server sebelah ke Debian Wheezy, dan developernya minta di downgrade PHP nya dari 5.4 ke 5.3, alasannya musti ngedit code & framework kalau tetep dipaksain menggunakan PHP 5.4.

Google sebentar, nemu link dan cobain, Alhamdulillah berhasil.

Periksa php dan module versi 5.4 yang terpasang :

Sunting berkas /etc/apt/preferences.d/preferences dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda, silahkan dibuat jika berkas tersebut tidak ada.

Hapus paket-paket PHP versi 5.4 beserta modul-modulnya.

Install paket  PHP 5.3 beserta modul-modul yang dibutuhkan.

Install juga paket-paket tambahannya

Periksa list paket PHP dan modul-modul yang terinstall.

Clonning zone/container Solaris

Ini adalah langkah-langkah cara melakukan clonning terhadap zone/container di Solaris, dalam tulisan ini dicontohkan bahwa kita akan melakukan clonning dari zone “sumber” menjadi zone “tujuan”.

Terlihat hanya ada satu non-global zone yaitu zone “sumber”

Matikan zone “sumber” dan export konfigurasi zone “sumber”

Sesuaikan dengan konfigurasi zone Anda, dalam contoh ini hanya zonepath serta alamat ip yang disesuaikan.

Buat zone kosong berdasarkan dari konfigurasi yang tadi kita export.

Lakukan clonning

Jika sudah seperti ini tinggal nyalakan zone “tujuan” dan ikuti step-step yang muncul dilayar hingga finish.

Selamat, proses clonning berhasil dan saatnya berexperimen.

Langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda

Berikut ini adalah tutorial langkah-langkah memindahkan zone/container Solaris ke mesin yang berbeda, disini kita akan memindahkan “zone01” dari server “source” ke server “destination”

Server source dan server target sama-sama mempunyai sistem operasi Solaris 10/08, dan kebetulan juga tipe mesin yang sama “Sun Sparc M5000”.

List semua zone yang ada di server “source”, terlihat bahwa kita punya “global zone” dan “zone01”, apa perbedaan global zone dan non-global zone? silakan menuju ke link berikut ini.

Matikan zone yang akan kita pindah, dalam hal ini adalah “zone01”

Terlihat bahwa status “zone01” berubah menjadi “installed”

Langkah selanjutnya adalah men-detach “zone01”, setelah itu cek kembali, seharusnya status “zone01” akan berubah menjadi “configured”.

Setelah status “zone01” berubah menjadi “configured” maka langkah selanjutnya adalah masuk ke folder dimana “zone01” berada (dalam hal ini ada di /zone), kemudian kompres folder “zone01” dan salin ke mesin “destination”.

Setelah selesai menyalin, saatnya bekerja pada server “destination”.

Masuk ke folder “/zone” kemudian extract berkas hasil salin dari mesin “source” (zone01.tar.gz)

Setelah selesai proses extract, maka saatnya kita membuat zone dengan nama “zone01”.

Coba kita cek kembali zone yang ada di server “destination”, seharusnya muncul zone01 dengan status “configured”

Saatnya attach “zone-01”, pastikan tidak muncul galat.

Jika muncul galat seperti diatas, lakukan langkah dibawah ini, kemudian coba attach kembali “zone01” nya.

Yes…! status “zone01” sudah berubah menjadi “installed”, artinya “zone01” sudah berhasil dipindah ke mesin “destination”, langkah selanjutnya adalah coba menyalakan zone tersebut di mesin “destination”

Alhamdulillah, “zone01” statusnya sudah berubah menjadi “running” yang artinya zone tersebut sudah hidup di mesin “destination”, selanjutnya silakan coba login ke “zone01”

Untuk keluar dari console login “zone01” gunakan “tilde” + “titik” (~.)

Langkah-langkah bagaimana “Openfiler” Join ke Windows Domain

Dalam tulisan ini tidak dibahas bagaimana caranya instalasi Openfiler, jadi pada tulisan ini diasumsikan bahwa Openfiler telah terinstall dengan baik.

1. Langkah pertama adalah setting konfigurasi network.

Klik menu “System” pilih menu “Network Setup”, kemudian sesuaikan konfigurasi network Anda

domain2

2.  Langkah kedua adalah konfigurasi NTP

Klik menu “System” pilih menu “Clock Setup”, kemudian sesuaikan dengan konfigurasi NTP Anda.

domain5

domain3

3. Langkah ketiga adalah mengaktifkan Service CIFS

Klik menu “Services” pilih menu “Manage Services” kemudian klik “enable pada “Modify Boot” agar service CIFS otomatis start saat mesin Openfiler direstart, kemudian pilih “Start” pada tab “Start / Stop”

domain6

domain4

4. Langkah keempat proses Join Domain

Klik menu “Accounts” pilih “Use Windows domain controller and authentication”, sesuaikan dengan konfigurasi Domain Anda, setelah selesai klik “Submit”.

domain1

5. Langkah kelima, berdo’a dan testing

Saya lebih suka testing menggunakan console, jadi langkahnya adalah ssh ke mesin Openfiler, kemudian jalankan command berikut :

Jika user dan group yang ada di Domain sudah muncul saat kita jalankan command-command diatas artinya proses Join Domain sudah selesai.

Semoga bermanfaat.

Masalah-masalah phpVirtualBox

Meneruskan tulisan kemarin tentang instalasi phpvirtualbox di BlankOn Rote, hari ini ditemukan sedikit problem bahwa vm-vm yang dibuat sebelum menginstall phpVirtualBox dan extpack nya, ketika dijalankan maka akan muncul “access denied”.

Solusinya mudah, berikan hak akses secukupnya terhadap user “vbox” atas folder dimana vm-vm tersebut berada.

Problem selanjutnya adalah ketika vm-vm tersebut dijalankan maka menu “console” nya  tidak berfungsi (grey area), dan berikut solusinya :

List dulu vm-vm yang ada di mesin kita :

Terlihat ada tiga vm yang kita punya, tapi disini saya contohkan satu mesin saja 🙂

Ternyata dan ternyata; ada cara yang lebih mudah, tinggal klik kanan pada Nama VM — Settings — Display — Remote Display, kemudian aktifkan dan sesuaikan.

setting_display

Bagaimanapun lewat console tetap lebih indah 🙂