PuTTY fatal error: Server refused to start a shell/command

Hari ini salah satu server AIX mendadak tidak bisa diakses oleh salah satu user (user01), error yang muncul di putty adalah

Saya coba login menggunakan user root kemudian jalankan su – user01 muncul error “cannot fork: too many processes”

Dari situ diketahui bahwa ini adalah masalah pada “user process” yang sudah melebihi dari settingan maksimal.

Solusinya adalah :

Coba login kembali menggunakan user01 dan berhasil.

Catatan: semakin banyak “user process”, server akan membutuhkan resource lebih banyak, jadi pastikan bahwa resource mencukupi ketika hendak menaikkan settingan “maxuproc”.

“Could not load SWT library” saat instalasi IBM Websphere via Installation Manager

Ini adalah error yang ditemui saat mau melakukan instalasi software “Installation Manager” yang akan digunakan untuk melakukan instalasi Websphere 8.5 di AIX, “Installation Manager” melaporkan bahwa beberapa library gtk belum terinstall.

Berikut adalah langkah instalasi “Installation Manager”

Solusinya adalah:

Download paket gtk+ yang dibutuhkan kemudian install paket tersebut, paket gtk+ yang dibutuhkan untuk instalasi ini bisa didownlod di sini.

Setelah selesai, lakukan kembali instalasi software “Installation Manager” nya.

Selanjutnya adalah instalasi Webpshernya.

Jangan lupa untuk melakukan setting repository, kemudian lakukan instalasi dengan mengikuti wizard hingga selesai.

Sumber : http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21631478

Error : 0516-008 varyonvg: LVM system call returned an unknown error code (3) – Solved

Ini adalah cerita saat relokasi server IBM Power 750, OS AIX 6.1, dimana server tersebut terkoneksi ke DS5100 melalui SAN Switch.

Dilokasi yang baru server ini kemudian dikonfigurasi ulang agar bisa terkoneksi dengan SAN Swicth yang baru dan storage DS5100 existing, setelah berhasil terkoneksi dengan baik, dan semua disk terdeteksi di server tersebut, server direstart agar otomatis terkonfigurasi seperti saat sebelum relokasi.

Hasilnya tidak seperti yang diinginkan, beberapa mountpoint hilang saat dicek menggunakan command “df -g”, selidik punya selidik mountpoint yang hilang adalah mountpoint yang berasal dari “datavg”.

Untuk melihat “lv” apa saja yang ada di “datavg” saya gunakan:

Dan ternyata error seperti diatas, sesuai saran saya jalankan command selanjutnya :

Dan ternyata muncul error juga. Disini mulai panik, karena waktu downtime yang diberikan sudah akan habis.

Berikut cara troubleshootingnya.

FYI, “datavg” ini awalnya terdiri dari beberapa “pv”, yaitu hdisk6, hdisk7, hdisk8, dan hdisk9

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8 hilang.

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFA5C20

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFAEF1C

Lakukan “lqueryvg” pada salah satu “pv” yang “pvid” nya normal, yang ada pada “datavg” (hdisk7 atau hdisk9)

Terlihat bahwa “datavg” mempunyai 4 “pv” dengan “pvid” masing-masing, dimana salah duanya adalah “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8.

Sampai disini kondisi aman, dikarenakan “pvid” masing-masing disk tidak corrupt, setelah itu proses perbaikan dijalankan :

Remove device disk yang tergabung dalam “datavg” dan juga remove device HBA nya.

“rmdev” ini berfungsi menghapus device tersebut dari system, tapi tidak menghapus data yang ada didalamnya, setelah dihapus, deteksi ulang device menggunakan command “cfgmgr”

Kemudian periksa kembali pv yang ada, dan Alhamdulillan “pvid” nya sudah kembali terdeteksi.

Langkah selanjutnya adalah meng-import vg “datavg”, kemudian jalankan kembali “lspv”

Otomatis semua yang ada di datavg menjadi active, tidak perlu import satu persatu, setelah itu langkah selanjutnya adalah tinggal mount semua “lv” sesuai dengan mountpoint sebelumnya.

Periksa dengan “df -g” apakah semua mountpoint nya sudah termount dengan benar.

Selesai deg-deg an nya, makan-makan 🙂

Keterangan :
lv = logical volume
pv = physical volume
vg = volume group