Migrasi Diskgroup ASM Oracle RAC

Ini adalah catatan saat saya melakukan migrasi Diskgroup ASM Oracle RAC dari external storage ke external storage yang lain. Lakukan dengan hati-hati dan semua resiko yang muncul ditanggung penumpang 😀

1. Assign LUN baru dari storage yang baru ke semua node RAC, kemudian buat partisi di salah satu node RAC.

2. Jadikan disk baru tersebut menjadi disk ASM, misalkan di diskgroup ASMDATA sudah ada satu disk ASM dengan nama ASMDATA1, maka disk yang baru kita kasih nama ASMDATA2

3. Periksa kembali status diskgroup ASMDATA (login sebagai sysasm)

4. Rebalance

5. Monitor proses rebalance (login sebagai sysasm)

6. Jika sudah selesai proses rebalancenya, langkah selanjutnya adalah drop asm disk yang lama (ASMDATA1) dari diskgroup ASMDATA.

7. Unmount lun ASMDATA1 dari server.

Note :
1. Ada baiknya melakukan backup full sebelum melakukan rebalance.
2. Lakukan rebalance saat database sedang tidak sibuk.

ohasd failed to start: Inappropriate ioctl for device

Saat kita melakukan instalasi Oracle RAC, salah satu tahapan pentingnya adalah tahapan untuk menginstall Grid Infrastruktur, langkah-langkah terakhir saat melakukan instalasi Grid Infrastruktur ini salah satunya adalah menjalankan script “root.sh”

Error “ohasd failed to start: Inappropriate ioctl for device” ini terjadi saat kita menjalankan script “root.sh” tersebut, ini terjadi karena incompatibility pada upstart/init.

Error ini terjadi saat saya menginstall Oracle RAC menggunakan Oracle database versi 11.2.0 di Oracle Linux 6.4

Berikut adalah error lengkapnya :

Solusinya adalah :

1. Sebelum menjalankan script “root.sh” edit terlebih dulu berkas “s_crsconfig_lib.pm” yang ada di $GRID_HOME/crs/install/s_crsconfig_lib.pm

Tambahkan kode berikut sebelum bagian # Start OHASD

Kemudian simpan berkas yang sudah diubah tersebut.

2. Kemudian buat berkas konfigurasi “/etc/init/oracle-ohasd.conf” yang isinya adalah seperti berikut:

3. Lakukan langkah 1 dan 2 di node-node lainnya.

4. Jalankan script “root.sh”, jika sudah terlanjur pernah menjalankan script “root.sh”, maka kita perlu lakukan “deconfig” terlebih dahulu.

Kemudian jalankan kembali script “root.sh”

Note : Sebaiknya jika kita menggunakan Oracle Linux 6, software Oracle database yang digunakan adalah versi 11.2.0.3, dan error diatas tidak akan terjadi.

Sumber : https://community.oracle.com/thread/2410090

Menambahkan Node Baru di Oracle RAC

Ini adalah catatan pribadi saat melakukan “add Node” pada RAC database Oracle, sistem operasi menggunakan Oracle Linux 6 dan Database Oracle menggunakan versi 11.2.0.3, mudah-mudahan ada manfaatnya.

— Konfigurasi sistem operasi

Install sistem operasi yang sama persis dengan versi yang ada di node existing.

— Konfigurasi IP

sesuaikan dengan konfigurasi IP dari node existing, konfigurasi ini meliputi IP Public, IP Private, IP Virtual (VIP), dan IP SCAN.

— Konfigurasi Multipath untuk storage/disk yang digunakan oleh RAC

Assign LUN yang ada di node existing ke nodebaru, perlu kerjasama dengan storage administrator, atau dikerjain sendiri jika bisa 😀

— Konfigurasi ASMLib (saya prefer menggunakan ASMLib daripada UDEV)

Sampai langkah ini seharusnya semua disk yang digunakan oleh ASM sudah terdeteksi semua, jika tidak silahkan periksa kembali langkah-langkah sebelumnya.

Jangan diteruskan jika disk ASM tidak terdeteksi sebagian atau semuanya!!!

— Konfigurasi User

User GRID

User Oracle

Membuat direktori untuk GRID_HOME, ORACLE_HOME dan ORACLE_BASE

— Konfigurasi user equivalence

Test ssh menggunakan user oracle dan grid ke masing-masing node, seharusnya sudah bisa ssh tanpa password, jika masih gagal bisa menggunakan cara manual
menggunakan command “ssh-copy-id” dari dan ke masing-masing node, dan jangan lupa ssh-copy-id juga ke diri sendiri.

— Konfigurasi software tambahan

— Konfigurasi Parameter

Salin tempel konfigurasi paramater dari node existing

— Disable Selinux dan Firewall

— Restart nodebaru agar membaca semua paramater yang tadi di-salin.

— Pre-check Cluster Service

DI NODE EXISTING

— Extend Clusterware

DI NODE EXISTING

DI NODE BARU

— Extend Oracle Database Software

DI NODE EXISTING

DI NODE BARU

— Add Instance to Clustered Database

DI NODE BARU

Aktifkan X11 forwarding di putty, atau bisa juga via “export DISPLAY”

— Testing dan Monitoring

START instance di nodebaru

Periksa status database

Testing connect ke database

— Done

Step by Step Procedure to set up HADR replication between DB2 databases

DB2 provides database clustering as well as high availability and disaster recovery capabilities designed to maximize data availability during both planned and unplanned events. It also allows you to quickly and easily adapt to changing workloads with minimal involvement from database administrators, and frees application developers from the underlying complexities of database design and architecture.

DB2 high availability disaster recovery (HADR) feature provides a high availability solution for both partial and complete site failures. HADR protects against data loss by replicating data changes from a source or the primary server, to one or more standby servers.

This is step by step Procedure to set up HADR replication between DB2 databases.

ON THE PRIMARY:

1. Create sample db using the db2sampl command.

2. Enable it for log archiving.

Above command will enable to database for log archiving and keep the logs in the same active log directory. This will also place the db in backup pending state.

3. Take an offline backup.

4. Setting up HADR cfg parameters on Primary database.

5. Take an offline backup to be used for setting HADR.

 

ON THE STANDBY MACHINE:

Ensure both the servers are on the same db2level so that a mismatch situation does not occur. Run “db2level” command on both the servers to check whether they are on the same DB2 Version and Fix Pack.

6. FTP the backup image (from the primary machine) to the STANDBY MACHINE, you can using scp if you using Linux/Unix Machine

7. Restore the database

8. Setting up HADR cfg parameters on standby database.

9. Starting up HADR on the standby server “as standby”

 

ON THE PRIMARY MACHINE:

10. Starting up HADR on the primary server

11. Verifing HADR is up and running

Or you can use “db2top” command and then press “A” (capital)

 

Howto switch the database?

On the standby machine:

Note:
1. Hostname of the HADR pair cannot be the same on both the servers.
2. The instance name and the underlying userid on UNIX systems can be different. Make sure to update the correct name of the instance for the db cfg parameter HADR_REMOTE_INST to the correct value.

Reference : http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21410648

PITUTUR ADILUHUNG PORO LELUHUR

Rejeki iku ora iso di tiru, senajan podo lakumu, senajan podo dodolanmu, senajan podo kerjomu, hasil sing ditompo bakal bedo,  iso bedo ning akehe bondho, iso ugo ono ning roso lan ayeme ati yo iku sing jenenge nasib.

Kabeh iku soko  trisnane  Gusti kang Maha kuwasa, sopo temen bakal tinemu sopo wani rekoso bakal Gayuh Mulyo, Dudu akehe nanging berkahe kang ndadekake cukup lan nyungkupi.

Wis ginaris ning takdire menungso yen opo sing urip kuwi wis disangoni soko sing kuwoso, dalan urip lan pangane wis cemepak cedak koyo angin sing diserot mbendinane, nanging kadang menungso sulap moto lan peteng atine, sing adoh soko awake katon padang cemplorot ngawe-awe, nanging sing cedak ning ngarepe lan dadi tanggung jawabe di sio-sio koyo ura ono guno .

Rejeki iku wis cemepak soko Gusti bakal kurang anane kanggo nyukupi butuhe  menungso soko lair tekane pati,  nanging yen kanggo nuruti kerep menungso sing ora ono watese,  rasane kabeh cupet, ning pikirane ruwet, lan tambah marai buntet mumet.

Welinge wong tuo opo sing ono dilakoni lan opo sing urung ono ojo di arep-arep, semelehke atimu yen wis dadi nduwekmu bakal tinemu, yen ora jatahmu opo maneh kok ngrebut soko wong liyo nganggo coro sing olo, yo di enteni wae iku bakal gawe uripmu loro, rekoso lan angkoro murko sak jeroning kaluwargo, kabeh iku bakal sirna balik dadi sakmestine.

Yen umpomo ayem iku mung biso di tuku karo akehe bondho ndahno rekasane dadi wong sing ora nduwe, untunge ayem iso di nduweni sopo wae sing gelem ngleremke atine ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahke uripe marang Gusti Allah.

Note : Ini salah satu ucapan ulang tahun yang saya dapatkan, dikirim ke saya via Group BBM.

Sumber : Group BBM

NMON di Solaris? Gunakan SARMON

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

3. Lakukan backup file aslinya.

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

5. Salin file SARMON

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

Cara “reboot” Bus error dengan “Magic SysRq key”

Pernah mengalami server tiba-tiba filesystemnya menjadi read-only, kemudian ketika jalankan perintah selalu keluar error “Bus Error” atau “Input/output error”

Cara paling sakti adalah melakukan “reboot” untuk server tersebut, karena biasanya kondisi filesystem read-only ini terjadi karena ada disk yang rusak. “fsck” pada waktu next reboot diharapkan akan bisa melakukan perbaikan atas apa yang terjadi pada disk.

Tapi ada masalah lain, yaitu ketika kita jalankan perintah “reboot” atau “shutdown” selalu muncul error seperti dibawah ini:

Solusinya kita bisa menggunakan “magic SysRq key” untuk melakukan reboot. Caranya adalah sebagai berikut :

“This does not attempt to unmount or sync filesystems, so it should only be used when absolutely necessary”

Jika ingin mengaktifkan “magic SysRq key” secara permanen, bisa gunakan perintah berikut :

Informasi lain tentang “magic SysRq key” bisa dibaca dimari.

Referensi : Rebooting the Magic Way

ORA-01078, ORA-29701 Error saat startup ASM – Solved

Ceritanya lagi belajar Oracle pake ASM, saat coba menaikkan ASM secara manual (karena tiba-tiba saat server dinyalakan ASM nya nggak naik otomatis) muncul galat seperti dibawah ini:

Solusinya :

Keluar dari asmcmd, kemudian jalankan command di bawah ini (jangan lupa pastikan SID=+ASM)

kemudian coba start kembali ASM via “asmcmd”.

Kemudian coba start database “orcl” nya.

Selamat…

Konfigurasi iSCSI Initiator di Solaris 11

Paket iSCSI Initiator di Solaris 11 adalah paket default, jadi secara default paket ini sudah terpasang di Solaris 11, dalam tulisan ini iSCSI target yang digunakan adalah Openfiler (10.10.10.10).

Berikut ini adalah langkah-langkahnya :

1. Aktifkan servis iSCSI Initiator.

2. Proses discover ke server Openfiler.

3. Periksa apakah sudah ada disk baru yang terdeteksi.

4. Selanjutnya buat pool dari disk yang baru.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.