VM Solaris 10 “intermittent” jika menggunakan ethernet e1000

Hari ini nemuin salah satu vm guest yang menggunakan os solaris 10 di vmware mengalami “intermittent” koneksinya, hal ini menyebabkan user yang akses mengalami akses yang sangat lambat dan putus-putus.

Setelah dicermati, ternyata vm guest ini masih menggunakan tipe ethernet “e1000” pada settingannya. Solusinya adalah dengan mengganti tipe ethernet ini menggunakan “vmxnet3”.

Cara menggantinya adalah:

Pada vSphere Client, klik VM pada menu virtual machine.
Klik Guest > Install/Upgrade VMware Tools dan tekan OK.

Kemudian masuk ke OS Guest (Solaris 10), jalankan perintah berikut untuk menginstall vmwaretools, karena driver vmxnet3 tidak tersedia secara default.

Kemudian “plumb” ethernet vmxnet3-nya.

Jika sudah ada konfigurasi dari ethernet sebelumnya, silahkan lakukan satu command berikut.

Selesai.

Jika belum pernah ada, silahkan lakukan command berikut.

Semoga bermanfaat.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Cara merecover (decrypt) Admin password WebLogic Server

Jika suatu saat menemui kejadian dimana kita lupa password Admin Server pada Weblogic, cara yang bisa diambil adalah me-reset atau merecover password tersebut, lokasi password biasanya disimpan di berkas boot.properties.

Ini adalah cara merecover, bukan mereset password tersebut.

Ambil terlebih dahulu password yang terenkripsi pada berkas boot.properties.

Masuk ke folder security

Buat berkas script yang berfungsi untuk men-decrypt password tersebut.

Simpan, kemudian jalankan script tersebut

Hasilnya adalah password yang sudah di-decrypt, dalam kasus saya ini passwordnya adalah “weblogic”.

Demikian semoga bermanfaat, dan gunakan dengan bijak 😀

Sumber : http://emarcel.com/recover-decrypt-weblogic-server-admin-password/

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

NMON di Solaris? Gunakan SARMON

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

3. Lakukan backup file aslinya.

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

5. Salin file SARMON

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Konfigurasi iSCSI Initiator di Solaris 11

Paket iSCSI Initiator di Solaris 11 adalah paket default, jadi secara default paket ini sudah terpasang di Solaris 11, dalam tulisan ini iSCSI target yang digunakan adalah Openfiler (10.10.10.10).

Berikut ini adalah langkah-langkahnya :

1. Aktifkan servis iSCSI Initiator.

2. Proses discover ke server Openfiler.

3. Periksa apakah sudah ada disk baru yang terdeteksi.

4. Selanjutnya buat pool dari disk yang baru.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Konfigurasi penggunaan DNS di Solaris 10

Ini hanya sekedar catatan yang sewaktu-waktu menjadi sarana “contekan” saat melakukan hal serupa.

Sunting berkas “/etc/resolv.conf”, buat jika memang berkas tersebut belum ada.

Salin tempel konfigurasi “nsswitch.dns” menjadi “nsswitch.conf”.

Testing dengan cara melakukan dig dan ping ke salah satu server menggunakan hostname FQDN.

Jika menemukan masalah akses putty/sejenisnya dari komputer kita menjadi lama setelah melakukan perubahan diatas, coba tambahkan konfigurasi berikut di “/etc/ssh/sshd_config”.

Kemudian restart servis ssh di server.

Kemudian coba kembali akses server tersebut menggunakan putty atau sejenisnya.

Semoga bermanfaat.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Membuat zone di Solaris 11

Ini adalah contoh cara membuat zone di Solaris 11 dimana pada proses pembuatannya dibutuhkan adanya repositori, pembuatan repositori sendiri sudah dibahas di tulisan sebelumnya.

Persiapkan satu mountpoint untuk lokasi dimana zone tersebut akan di-install, kemudian buat satu virtual nic yang nantinya akan di-assign kedalam zone tersebut.

Buat zone baru (zone1)

Periksa status zone1 yang barusan dibuat, statusnya seharusnya masih “configured”

Buat system profile untuk zone1, kemudian install…. jangan lupa untuk mengarahkan ke profile yang sudah kita buat.

Nyalakan zone1 dan periksa kembali status zone1, seharusnya statusnya adalah “running”

Proses pembuatan zonenya sudah selesai 🙂

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Membuat Repositori Lokal Solaris 11

Seperti diketahui bahwa Oracle 11 rilis dengan salah satu fitur baru yaitu “IPS repository” dimana IPS ini  memungkinkan kita dengan mudah memasang paket, memperbarui paket, serta melakukan patching terhadap aplikasi serta paket yang ada. IPS ini sangat fleksibel karena dapat disiapkan dalam bentuk antarmuka file (NFS) atau antarmuka HTTP.

Repositori ini tersedia online di Oracle buat Anda yang punya koneksi tingkat dewa, jika tidak; berarti kita butuh repositori lokal.

IPS mendukung dua jenis repositori: repositori “origin” dan repositori “mirror”. Untuk alasan performance dan tujuan keamanan, repository “origin” adalah pilihan yang harus dipilih.

Repositori origin berisi semua metadata (seperti katalog, manifes, dan indeks pencarian) dan isi (file) untuk satu atau lebih paket. Sebuah repositori cermin hanya berisi paket konten (file). Klien yang menginstal dan memperbarui paket dari repositori cermin masih harus men-download metadata dari repositori “origin”.

Cukuplah sudah basa-basinya, langsung saja kita lakukan proses pembuatan repositori lokal nya.

Disini saya menggunakan disk tersendiri (c8t1d0) yang saya dedikasikan hanya untuk menampung paket-paket  repositori.

Buat zfs pool tersendiri (ipspool) menggunakan disk yang tadi sudah ditentukan.

Buat mountpoint repo pada pool ipsrepo, kemudian periksa menggunakan “df -h”.

Untuk bisa membuat repositori lokal ada dua cara, melakukannya online ke oracle atau menggunakan iso, dalam tulisan ini kita akan melakukannya menggunakan iso.

Unduh terlebih dahulu Oracle Solaris 11.1 Repository Image di website Oracle, dibutuhkan akun login untuk mengunduhnya, atau Anda bisa dateng ke rumah/kantor saya jika mau menyalin :).

Dikarenakan iso nya terdiri dari dua file, maka tahapan setelah mendownload adalah menggabungkannya, mount iso hasil penggabungan ke “/mnt”, kemudian lakukan rsync untuk menyalin isi repo di iso ke mountpoint “/repo” yang tadi sudah kita siapkan.

 

Membuat repositori dengan menggunakan antarmuka file [ Repository via NFS ]

Dari sisi client tinggal jalankan :

Opsi yang biasa digunakan : -g, –add-origin, -G, –remove-origin, -m, –add-mirror, -M, –remove-mirror.

 

Membuat repositori dengan menggunakan antarmuka Web [ Repository via HTTP ]

Dari sisi client tinggal jalankan :

Port yang digunakan defaultnya adalah 80, jika hendak menggunakan custom port (misal : 8080), jalankan perintah berikut :

Agar proses pencarian lebih cepat, maka lakukan rebuild index pencarian

 

Update Repository

Seiring waktu tentulah paket-paket yang ada di repo harus di-update, cara meng-updatenya juga bisa dilakukan dengan SRU iso, download dan lakukan update repo menggunakan SRU iso image.

Jika hendak memperbarui paket-paket yang ada di repo, dan Anda punya koneksi yang lumayan, silakan lakukan update repo secara online, caranya :

Setelah pembuatan repositori selesai, lakukan test dengan meng-install salah satu paket menggunakan perintah “pkg install” atau dengan cara membuat zone.

Berhasil? Selamat… Anda layak dapat bintang 🙂

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Ubah Alamat IP di Solaris 11

Belajar lagi Solaris 11, karena Solaris 11 ini beda jauh dengan Solaris versi sebelumnya, dan ini adalah catatan pertama tentang Solaris 11 tentang cara mengubah alamat IP di Solaris 11

Konfigurasi sebelumnya :

Proses penggantian :

Konfigurasi sesudahnya :

Sekian kapan-kapan disambung kembali 🙂

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Ubah kepemilikan berkas symlink

Baru tau ternyata ada cara untuk mengubah “User Owner” maupun “Group Owner” dari berkas symlink.

Jika file yang mau diubah terlalu banyak bisa kombinasikan dengan “find”, contoh ingin mengubah owner dari beberapa berkas yang tadinya milik user “103” menjadi milik user “oracle”

Semoga bermanfaat…

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Clonning zone/container Solaris

Ini adalah langkah-langkah cara melakukan clonning terhadap zone/container di Solaris, dalam tulisan ini dicontohkan bahwa kita akan melakukan clonning dari zone “sumber” menjadi zone “tujuan”.

Terlihat hanya ada satu non-global zone yaitu zone “sumber”

Matikan zone “sumber” dan export konfigurasi zone “sumber”

Sesuaikan dengan konfigurasi zone Anda, dalam contoh ini hanya zonepath serta alamat ip yang disesuaikan.

Buat zone kosong berdasarkan dari konfigurasi yang tadi kita export.

Lakukan clonning

Jika sudah seperti ini tinggal nyalakan zone “tujuan” dan ikuti step-step yang muncul dilayar hingga finish.

Selamat, proses clonning berhasil dan saatnya berexperimen.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+