Install ZFS di openSUSE

Instalasi ZFS di openSUSE Leap 42.1

Selamat!

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Belajar Ansible

Setelah di tutorial sebelumnya kita sudah belajar melakukan instalasi Ansible versi 2.x, saatnya saat ini mengexplore beberapa percobaan dasar menggunakan Ansible.

Sebelumnya kita telah membuat list server yang akan kita manage, kita beri nama “testing”. Kita juga sudah membuat folder /etc/ansible untuk melakukan semua pekerjaan yang berkaitan dengan Ansible.

1. Buat user dan password

Untuk membuat user kita bisa merujuk pada dokumentasi berikut, untuk pembuatan password yang ter-enkripsi kita bisa merujuk pada dokumen berikut, dalam hal pembuatan password saya menggunakan python.

Pastikan library passlib terinstall dengan baik.

Kemudian generate password menggunakan command berikut

Mari kita mulai membuat playbook.

Untuk menjalankannya kita tinggal jalankan command berikut:

Periksa hasilnya di host ansible02.

2. Buat Banner motd

Buat playbook untuk keperluan ini.

Kemudian jalankan dengan:

Kemudian periksa di host ansible02.

3. Install Apache2

Buat playbook untuk keperluan install apache2.

Jangan lupa untuk membuat berkas index.html di dalam folder files di host ansible01.

Kemudian jalankan playbook tersebut dengan perintah

Kemudian kita test dari host ansible01 menggunakan command curl, atau bisa dengan mengakses webnya viar web browser.

4. Install LAMP

Buat playbook untuk keperluan install Apache, PHP dan MariaDB, yang biasa disebut LAMP.

Jangan lupa untuk membuat berkas index.php di dalam folder files di host ansible01

Kemudian jalankan playbook yang baru dibuat.

Kemudian test dari host ansible02 apakah MariaDB dan Apache2 sudah terinstall dengan baik.

Test login ke MariaDB dengan user dan password yang dibuat via ansible.

Test akses halaman index.php yang tadi dibuat, seharusnya berisi informasi dari infophp.

Demikian percobaan hari ini, kapan-kapan kita sambung lagi, selamat mencoba.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Install Ansible Versi 2.x di Debian 8 (Jessie)

Seperti telah diketahui bahwa Ansible baru saja merilis versi terbaru (versi 2) yang tentunya dengan tambahan berbagai fitur dan perbaikan.

Tutorial ini adalah langkah-langkah cara memasang Ansible terbaru di debian 8 (jessie).

Cara paling mudah adalah menggunakan apt-get install, tapi dengan cara ini versi ansible yang terinstall belum versi yang terbaru, masih versi 1.7.2.

Nah berhubung kita akan memasang ansible versi terbaru, maka kita bisa melakukan langkah-langkah berikut.

Sampai tahap ini, instalasi ansible sudah selesai, periksa menggunakan perintah berikut.

Dalam tutorial ini saya mencoba ansible menggunakan dua host, satu untuk controller (ansible01), dan satu lagi untuk node remote (ansible02), kedua mesin menggunakan domain example.com.

Untuk itu kita masukkan node yang akan di-manage ke dalam berkas hosts.

Untuk proses deployment ke node-node yang akan di-manage, buat ssh keys di node controller kemudian salin ke node-node yang akan di-manage, dalam hal ini adalah node ansible02.

Pastikan juga di node ansible02 sudah terinstall ansible dengan baik.

Kemudian test menggunakan module ping yang sudah tersedia di ansible.

Jika hasilnya muncul error seperti berikut, maka langkah yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut.

Kemudian periksa kembali dengan menjalankan perintahg sebelumnya.

Berhasil, saatnya mencoba dengan module-module ansible yang lain.

Sip, ansible siap untuk digunakan, selamat mencoba!.

Referensi : http://blog.programster.org/debian-8-install-ansible/

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Cara merecover (decrypt) Admin password WebLogic Server

Jika suatu saat menemui kejadian dimana kita lupa password Admin Server pada Weblogic, cara yang bisa diambil adalah me-reset atau merecover password tersebut, lokasi password biasanya disimpan di berkas boot.properties.

Ini adalah cara merecover, bukan mereset password tersebut.

Ambil terlebih dahulu password yang terenkripsi pada berkas boot.properties.

Masuk ke folder security

Buat berkas script yang berfungsi untuk men-decrypt password tersebut.

Simpan, kemudian jalankan script tersebut

Hasilnya adalah password yang sudah di-decrypt, dalam kasus saya ini passwordnya adalah “weblogic”.

Demikian semoga bermanfaat, dan gunakan dengan bijak 😀

Sumber : http://emarcel.com/recover-decrypt-weblogic-server-admin-password/

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Hardening Server in less than 5 Minutes with Chef

Demonstrates the use of the hardening cookbooks via Chef to increase the security of your server.

— PREREQUISITES

a. Install berkshelf

b. Install knife-solo

— HARDENING

1. Download this kitchen

2. Download cookbooks

3. Update your ssh key in ‘data_bags/users/root.json’

4. Bootraps a fresh server with the cookbooks

Source : http://lollyrock.com/articles/how-to-harden-a-new-server/

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Migrasi Diskgroup ASM Oracle RAC

Ini adalah catatan saat saya melakukan migrasi Diskgroup ASM Oracle RAC dari external storage ke external storage yang lain. Lakukan dengan hati-hati dan semua resiko yang muncul ditanggung penumpang 😀

1. Assign LUN baru dari storage yang baru ke semua node RAC, kemudian buat partisi di salah satu node RAC.

2. Jadikan disk baru tersebut menjadi disk ASM, misalkan di diskgroup ASMDATA sudah ada satu disk ASM dengan nama ASMDATA1, maka disk yang baru kita kasih nama ASMDATA2

3. Periksa kembali status diskgroup ASMDATA (login sebagai sysasm)

4. Rebalance

5. Monitor proses rebalance (login sebagai sysasm)

6. Jika sudah selesai proses rebalancenya, langkah selanjutnya adalah drop asm disk yang lama (ASMDATA1) dari diskgroup ASMDATA.

7. Unmount lun ASMDATA1 dari server.

Note :
1. Ada baiknya melakukan backup full sebelum melakukan rebalance.
2. Lakukan rebalance saat database sedang tidak sibuk.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Menambahkan Node Baru di Oracle RAC

Ini adalah catatan pribadi saat melakukan “add Node” pada RAC database Oracle, sistem operasi menggunakan Oracle Linux 6 dan Database Oracle menggunakan versi 11.2.0.3, mudah-mudahan ada manfaatnya.

— Konfigurasi sistem operasi

Install sistem operasi yang sama persis dengan versi yang ada di node existing.

— Konfigurasi IP

sesuaikan dengan konfigurasi IP dari node existing, konfigurasi ini meliputi IP Public, IP Private, IP Virtual (VIP), dan IP SCAN.

— Konfigurasi Multipath untuk storage/disk yang digunakan oleh RAC

Assign LUN yang ada di node existing ke nodebaru, perlu kerjasama dengan storage administrator, atau dikerjain sendiri jika bisa 😀

— Konfigurasi ASMLib (saya prefer menggunakan ASMLib daripada UDEV)

Sampai langkah ini seharusnya semua disk yang digunakan oleh ASM sudah terdeteksi semua, jika tidak silahkan periksa kembali langkah-langkah sebelumnya.

Jangan diteruskan jika disk ASM tidak terdeteksi sebagian atau semuanya!!!

— Konfigurasi User

User GRID

User Oracle

Membuat direktori untuk GRID_HOME, ORACLE_HOME dan ORACLE_BASE

— Konfigurasi user equivalence

Test ssh menggunakan user oracle dan grid ke masing-masing node, seharusnya sudah bisa ssh tanpa password, jika masih gagal bisa menggunakan cara manual
menggunakan command “ssh-copy-id” dari dan ke masing-masing node, dan jangan lupa ssh-copy-id juga ke diri sendiri.

— Konfigurasi software tambahan

— Konfigurasi Parameter

Salin tempel konfigurasi paramater dari node existing

— Disable Selinux dan Firewall

— Restart nodebaru agar membaca semua paramater yang tadi di-salin.

— Pre-check Cluster Service

DI NODE EXISTING

— Extend Clusterware

DI NODE EXISTING

DI NODE BARU

— Extend Oracle Database Software

DI NODE EXISTING

DI NODE BARU

— Add Instance to Clustered Database

DI NODE BARU

Aktifkan X11 forwarding di putty, atau bisa juga via “export DISPLAY”

— Testing dan Monitoring

START instance di nodebaru

Periksa status database

Testing connect ke database

— Done

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

NMON di Solaris? Gunakan SARMON

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

3. Lakukan backup file aslinya.

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

5. Salin file SARMON

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Cara “reboot” Bus error dengan “Magic SysRq key”

Pernah mengalami server tiba-tiba filesystemnya menjadi read-only, kemudian ketika jalankan perintah selalu keluar error “Bus Error” atau “Input/output error”

Cara paling sakti adalah melakukan “reboot” untuk server tersebut, karena biasanya kondisi filesystem read-only ini terjadi karena ada disk yang rusak. “fsck” pada waktu next reboot diharapkan akan bisa melakukan perbaikan atas apa yang terjadi pada disk.

Tapi ada masalah lain, yaitu ketika kita jalankan perintah “reboot” atau “shutdown” selalu muncul error seperti dibawah ini:

Solusinya kita bisa menggunakan “magic SysRq key” untuk melakukan reboot. Caranya adalah sebagai berikut :

“This does not attempt to unmount or sync filesystems, so it should only be used when absolutely necessary”

Jika ingin mengaktifkan “magic SysRq key” secara permanen, bisa gunakan perintah berikut :

Informasi lain tentang “magic SysRq key” bisa dibaca dimari.

Referensi : Rebooting the Magic Way

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+