Cara merecover (decrypt) Admin password WebLogic Server

Jika suatu saat menemui kejadian dimana kita lupa password Admin Server pada Weblogic, cara yang bisa diambil adalah me-reset atau merecover password tersebut, lokasi password biasanya disimpan di berkas boot.properties.

Ini adalah cara merecover, bukan mereset password tersebut.

Ambil terlebih dahulu password yang terenkripsi pada berkas boot.properties.

Masuk ke folder security

Buat berkas script yang berfungsi untuk men-decrypt password tersebut.

Simpan, kemudian jalankan script tersebut

Hasilnya adalah password yang sudah di-decrypt, dalam kasus saya ini passwordnya adalah “weblogic”.

Demikian semoga bermanfaat, dan gunakan dengan bijak 😀

Sumber : http://emarcel.com/recover-decrypt-weblogic-server-admin-password/

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

PuTTY fatal error: Server refused to start a shell/command

Hari ini salah satu server AIX mendadak tidak bisa diakses oleh salah satu user (user01), error yang muncul di putty adalah

Saya coba login menggunakan user root kemudian jalankan su – user01 muncul error “cannot fork: too many processes”

Dari situ diketahui bahwa ini adalah masalah pada “user process” yang sudah melebihi dari settingan maksimal.

Solusinya adalah :

Coba login kembali menggunakan user01 dan berhasil.

Catatan: semakin banyak “user process”, server akan membutuhkan resource lebih banyak, jadi pastikan bahwa resource mencukupi ketika hendak menaikkan settingan “maxuproc”.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

“Could not load SWT library” saat instalasi IBM Websphere via Installation Manager

Ini adalah error yang ditemui saat mau melakukan instalasi software “Installation Manager” yang akan digunakan untuk melakukan instalasi Websphere 8.5 di AIX, “Installation Manager” melaporkan bahwa beberapa library gtk belum terinstall.

Berikut adalah langkah instalasi “Installation Manager”

Solusinya adalah:

Download paket gtk+ yang dibutuhkan kemudian install paket tersebut, paket gtk+ yang dibutuhkan untuk instalasi ini bisa didownlod di sini.

Setelah selesai, lakukan kembali instalasi software “Installation Manager” nya.

Selanjutnya adalah instalasi Webpshernya.

Jangan lupa untuk melakukan setting repository, kemudian lakukan instalasi dengan mengikuti wizard hingga selesai.

Sumber : http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21631478

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

NMON di Solaris? Gunakan SARMON

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

3. Lakukan backup file aslinya.

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

5. Salin file SARMON

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Activation of database cannot be made because of BACKUP PENDING

Pernah menemukan error seperti ini saat hendak mengaktifkan database db2?

Saya pernah, dan ini solusinya:

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Ubah kepemilikan berkas symlink

Baru tau ternyata ada cara untuk mengubah “User Owner” maupun “Group Owner” dari berkas symlink.

Jika file yang mau diubah terlalu banyak bisa kombinasikan dengan “find”, contoh ingin mengubah owner dari beberapa berkas yang tadinya milik user “103” menjadi milik user “oracle”

Semoga bermanfaat…

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Error : 0516-008 varyonvg: LVM system call returned an unknown error code (3) – Solved

Ini adalah cerita saat relokasi server IBM Power 750, OS AIX 6.1, dimana server tersebut terkoneksi ke DS5100 melalui SAN Switch.

Dilokasi yang baru server ini kemudian dikonfigurasi ulang agar bisa terkoneksi dengan SAN Swicth yang baru dan storage DS5100 existing, setelah berhasil terkoneksi dengan baik, dan semua disk terdeteksi di server tersebut, server direstart agar otomatis terkonfigurasi seperti saat sebelum relokasi.

Hasilnya tidak seperti yang diinginkan, beberapa mountpoint hilang saat dicek menggunakan command “df -g”, selidik punya selidik mountpoint yang hilang adalah mountpoint yang berasal dari “datavg”.

Untuk melihat “lv” apa saja yang ada di “datavg” saya gunakan:

Dan ternyata error seperti diatas, sesuai saran saya jalankan command selanjutnya :

Dan ternyata muncul error juga. Disini mulai panik, karena waktu downtime yang diberikan sudah akan habis.

Berikut cara troubleshootingnya.

FYI, “datavg” ini awalnya terdiri dari beberapa “pv”, yaitu hdisk6, hdisk7, hdisk8, dan hdisk9

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8 hilang.

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFA5C20

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFAEF1C

Lakukan “lqueryvg” pada salah satu “pv” yang “pvid” nya normal, yang ada pada “datavg” (hdisk7 atau hdisk9)

Terlihat bahwa “datavg” mempunyai 4 “pv” dengan “pvid” masing-masing, dimana salah duanya adalah “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8.

Sampai disini kondisi aman, dikarenakan “pvid” masing-masing disk tidak corrupt, setelah itu proses perbaikan dijalankan :

Remove device disk yang tergabung dalam “datavg” dan juga remove device HBA nya.

“rmdev” ini berfungsi menghapus device tersebut dari system, tapi tidak menghapus data yang ada didalamnya, setelah dihapus, deteksi ulang device menggunakan command “cfgmgr”

Kemudian periksa kembali pv yang ada, dan Alhamdulillan “pvid” nya sudah kembali terdeteksi.

Langkah selanjutnya adalah meng-import vg “datavg”, kemudian jalankan kembali “lspv”

Otomatis semua yang ada di datavg menjadi active, tidak perlu import satu persatu, setelah itu langkah selanjutnya adalah tinggal mount semua “lv” sesuai dengan mountpoint sebelumnya.

Periksa dengan “df -g” apakah semua mountpoint nya sudah termount dengan benar.

Selesai deg-deg an nya, makan-makan 🙂

Keterangan :
lv = logical volume
pv = physical volume
vg = volume group

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Balance; A TCP proxy and load balancer

Balance is load balancing solution being a simple but powerful generic tcp proxy with round robin load balancing and failover mechanisms. Its behaviour can be controlled at runtime using a simple command line syntax.

Balance binds on port 80 of the local IP address 10.10.1.1 and distributes connections to the IPv4 addresses 10.10.1.2 port 5005

Today… balance has saved my life 🙂

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Symbol resolution failed for /usr/lib/libc.a(aio.o) – AIX

Error:

Solusi:

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Server refused to allocate pty

Hanya ingin mendokumentasikan ketika menghadapi error “Server refused to allocate pty” di AIX, solusinya adalah :

Kemudian rubah isian dari menu “Maximum number of Pseudo-Terminals” (misal yang tadinya 256 dirubah menjadi 512)

Untuk mencari rootcausenya :

Disini akan terlihat PID pengguna pty nya. Biasanya case ini terjadi jika ada aplikasi yang login menggunakan pty tapi session nya tidak direlease.

Setelah tau PID pengguna pty, kita bisa check menggunakan

Dan kalau sudah ketahuan aplikasi apa yang mempunya PID tersebut, silakan restart aplikasi tersebut untuk merelase pty yang sudah digunakan.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+