Membuat Repositori Lokal Solaris 11

Seperti diketahui bahwa Oracle 11 rilis dengan salah satu fitur baru yaitu “IPS repository” dimana IPS ini  memungkinkan kita dengan mudah memasang paket, memperbarui paket, serta melakukan patching terhadap aplikasi serta paket yang ada. IPS ini sangat fleksibel karena dapat disiapkan dalam bentuk antarmuka file (NFS) atau antarmuka HTTP.

Repositori ini tersedia online di Oracle buat Anda yang punya koneksi tingkat dewa, jika tidak; berarti kita butuh repositori lokal.

IPS mendukung dua jenis repositori: repositori “origin” dan repositori “mirror”. Untuk alasan performance dan tujuan keamanan, repository “origin” adalah pilihan yang harus dipilih.

Repositori origin berisi semua metadata (seperti katalog, manifes, dan indeks pencarian) dan isi (file) untuk satu atau lebih paket. Sebuah repositori cermin hanya berisi paket konten (file). Klien yang menginstal dan memperbarui paket dari repositori cermin masih harus men-download metadata dari repositori “origin”.

Cukuplah sudah basa-basinya, langsung saja kita lakukan proses pembuatan repositori lokal nya.

Disini saya menggunakan disk tersendiri (c8t1d0) yang saya dedikasikan hanya untuk menampung paket-paket  repositori.

Buat zfs pool tersendiri (ipspool) menggunakan disk yang tadi sudah ditentukan.

Buat mountpoint repo pada pool ipsrepo, kemudian periksa menggunakan “df -h”.

Untuk bisa membuat repositori lokal ada dua cara, melakukannya online ke oracle atau menggunakan iso, dalam tulisan ini kita akan melakukannya menggunakan iso.

Unduh terlebih dahulu Oracle Solaris 11.1 Repository Image di website Oracle, dibutuhkan akun login untuk mengunduhnya, atau Anda bisa dateng ke rumah/kantor saya jika mau menyalin :).

Dikarenakan iso nya terdiri dari dua file, maka tahapan setelah mendownload adalah menggabungkannya, mount iso hasil penggabungan ke “/mnt”, kemudian lakukan rsync untuk menyalin isi repo di iso ke mountpoint “/repo” yang tadi sudah kita siapkan.

 

Membuat repositori dengan menggunakan antarmuka file [ Repository via NFS ]

Dari sisi client tinggal jalankan :

Opsi yang biasa digunakan : -g, –add-origin, -G, –remove-origin, -m, –add-mirror, -M, –remove-mirror.

 

Membuat repositori dengan menggunakan antarmuka Web [ Repository via HTTP ]

Dari sisi client tinggal jalankan :

Port yang digunakan defaultnya adalah 80, jika hendak menggunakan custom port (misal : 8080), jalankan perintah berikut :

Agar proses pencarian lebih cepat, maka lakukan rebuild index pencarian

 

Update Repository

Seiring waktu tentulah paket-paket yang ada di repo harus di-update, cara meng-updatenya juga bisa dilakukan dengan SRU iso, download dan lakukan update repo menggunakan SRU iso image.

Jika hendak memperbarui paket-paket yang ada di repo, dan Anda punya koneksi yang lumayan, silakan lakukan update repo secara online, caranya :

Setelah pembuatan repositori selesai, lakukan test dengan meng-install salah satu paket menggunakan perintah “pkg install” atau dengan cara membuat zone.

Berhasil? Selamat… Anda layak dapat bintang 🙂

Share it now...
Share on Facebook0Tweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+0
The following two tabs change content below.
Unix/Linux enthusiasts, good working experience with SAN, NAS, Linux, Solaris, AIX, VMWare & Graphic Design. Certified for Solaris Admin, EMC & HDS Storage.

One thought on “Membuat Repositori Lokal Solaris 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *