Membuat “Recycle bin” pada Samba4

Kehilangan data saat file yang ada di “sharing data” samba terhapus?, solusinya adalah dengan cara membuat  Recycle bin, agar file yang dihapus tidak langsung hilang tapi akan ada di Recycle bin.

Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Tambahkan konfigurasi berikut pada konfigurasi bagian file sharing di berkas smb.conf

2. Buat berkas konfigurasinya :

3. Setelah selesai silakan restart samba
4. Test dengan menghapus file yang ada pada folder sharing “share”, maka akan muncul folder “Recycle Bin”

Referensi : Membuat Recycle Samba Linux

Noted :
Pada link referensi tersebut, jika kita salin tempel konfigurasi “smb.conf ” nya, maka akan muncul error saat samba start :

Kesimpulannya adalah pada samba4 parameter “config-file” tidak ada, yang ada adalah “config file”.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Samba: “Unable to open printcap file /etc/printcap for read!” – Solved

Saat start samba4 muncul error berikut :

Solusinya :

Tambahkan baris berikut di berkas konfigurasi smb.conf pada section [global]

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Failed to load session “blankon”

Hari ini entah mungkin karena salah menghapus paket atau apa, ketika hendak login ke BlankOn muncul error “Failed to load session “blankon””

Sudah coba hapus kemudian install kembali paket “blankon-session” tetap saja tidak bisa masuk ke gui BlankOn.

Solusi sementara sampai ketemu solusi tokcer tanpa harus install ulang adalah saat prompt login muncul, tekan CTRL + ALT + F1, muncul terminal masukkan username dan password, kemudian un-install “blankon-session”, “sudo apt-get remove blankon-session” yang otomatis juga menghapus “manokwari”. Setelah paket “blankon-session” dihapus, restart mesin dan login seperti biasa.

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Error : 0516-008 varyonvg: LVM system call returned an unknown error code (3) – Solved

Ini adalah cerita saat relokasi server IBM Power 750, OS AIX 6.1, dimana server tersebut terkoneksi ke DS5100 melalui SAN Switch.

Dilokasi yang baru server ini kemudian dikonfigurasi ulang agar bisa terkoneksi dengan SAN Swicth yang baru dan storage DS5100 existing, setelah berhasil terkoneksi dengan baik, dan semua disk terdeteksi di server tersebut, server direstart agar otomatis terkonfigurasi seperti saat sebelum relokasi.

Hasilnya tidak seperti yang diinginkan, beberapa mountpoint hilang saat dicek menggunakan command “df -g”, selidik punya selidik mountpoint yang hilang adalah mountpoint yang berasal dari “datavg”.

Untuk melihat “lv” apa saja yang ada di “datavg” saya gunakan:

Dan ternyata error seperti diatas, sesuai saran saya jalankan command selanjutnya :

Dan ternyata muncul error juga. Disini mulai panik, karena waktu downtime yang diberikan sudah akan habis.

Berikut cara troubleshootingnya.

FYI, “datavg” ini awalnya terdiri dari beberapa “pv”, yaitu hdisk6, hdisk7, hdisk8, dan hdisk9

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8 hilang.

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFA5C20

Terlihat bahwa “pvid” dari hdisk6 adalah 00E4518DADFAEF1C

Lakukan “lqueryvg” pada salah satu “pv” yang “pvid” nya normal, yang ada pada “datavg” (hdisk7 atau hdisk9)

Terlihat bahwa “datavg” mempunyai 4 “pv” dengan “pvid” masing-masing, dimana salah duanya adalah “pvid” dari hdisk6 dan hdisk8.

Sampai disini kondisi aman, dikarenakan “pvid” masing-masing disk tidak corrupt, setelah itu proses perbaikan dijalankan :

Remove device disk yang tergabung dalam “datavg” dan juga remove device HBA nya.

“rmdev” ini berfungsi menghapus device tersebut dari system, tapi tidak menghapus data yang ada didalamnya, setelah dihapus, deteksi ulang device menggunakan command “cfgmgr”

Kemudian periksa kembali pv yang ada, dan Alhamdulillan “pvid” nya sudah kembali terdeteksi.

Langkah selanjutnya adalah meng-import vg “datavg”, kemudian jalankan kembali “lspv”

Otomatis semua yang ada di datavg menjadi active, tidak perlu import satu persatu, setelah itu langkah selanjutnya adalah tinggal mount semua “lv” sesuai dengan mountpoint sebelumnya.

Periksa dengan “df -g” apakah semua mountpoint nya sudah termount dengan benar.

Selesai deg-deg an nya, makan-makan 🙂

Keterangan :
lv = logical volume
pv = physical volume
vg = volume group

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Cara sakti deteksi disk baru (dari FC-Storage) di Solaris

Judul yang sangat provokatif, tapi mudah-mudahan bermanfaat

Periksa apakah disk barunya sudah muncul?

Ternyata belum, kita lakukan cara sakti berikutnya :

Periksa port FC yang terkoneksi

Lakukan forcelip

Dah muncul tuh 🙂

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Quote-07

Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

Emha Ainun Nadjib

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Disable password aging for a User – Redhat

Open console, login with root user, and do this…

The command set the “Password inactive” to never, set the minimum number of days between password change to 0, set the maximum number of days between password change to 99999, and set “Account expires” to never.

“man chage” for the best assist…

Link : 32.2.4. Password Aging

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Howto : Install Solaris Recommended Patch

1. Download Recommended Patchset
2. Install

3. Finish

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+

Install TSM Client di Solaris

1. Download TSM Client for solaris

2. Install

3. Konfigurasi

Sunting file dsm.opt dan dsm.sys, setelah selesai… setting agar TSM Client otomatis running saat server restart

Tambahkan baris berikut di /etc/inittab

4. Selesai

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+