“Apple Mecca” berbuah Kecaman

Berbagai kecaman datang menghujani Apple Computer. Perusahaan yang terkenal dengan produk iPod-nya itu dituduh telah menghina Islam. Apa pasal?

Menurut laporan yang diterbitkan Lembaga Penelitian Media Timur Tengah (The Middle East Media Research Institute/MEMRI), salah satu situs Islam menuduh Apple telah menghina umat muslim. Pasalnya, pintu masuk toko Apple yang terletak di Fifth Avenue New York ditengarai mirip dengan Ka’bah yang ada di Masjid al-Haram Mekah.

Konon kabarnya, pintu masuk itu dijuluki dengan “Apple Mecca”. MEMRI tidak menjelaskan spesifik nama situs Islam yang dimaksud.

“Ini merupakan penghinaan terang-terangan kepada agama Islam,” demikian klaim yang dikeluarkan situs tersebut.

“On October 10, 2006, an Islamic website posted a message alerting Muslims to what it claims is a new insult to Islam. According to the message, the cube-shaped building which is being constructed in New York City, on Fifth Avenue between 58th and 59th Streets in midtown Manhattan, is clearly meant to provoke Muslims. The fact that the building resembles the Ka’ba, is called ‘Apple Mecca,’ is intended to be open 24 hours a day like the Ka’ba, and moreover, contains bars selling alcoholic beverages, constitutes a blatant insult to Islam. The message urges Muslims to spread this alert, in hope that ‘Muslims will be able to stop the project,'” The Middle East Media Research Institute (MEMRI) reports in an article dated October 11, 2006

Terkait tuduhan itu, Apple menyangkal bahwa pihaknya telah menghujat Islam. Perusahaan menegaskan bahwa Apple menghormati semua agama dan tidak ada niatan sedikitpun supaya pintu masuk tokonya terlihat seperti Ka’bah.

Juru bicara Apple Steve Dowling menegaskan, pintu masuk ke toko Apple itu tidak dimaksudkan untuk menyerupai struktur Ka’bah dan perusahaan tidak pernah merujuk tempat itu sebagai “Mekah”, meski beberapa blog ada yang menyebutnya demikian.

Read More …

Share it now...
Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+