Marhaban Ya Ramadhan

Terkadang kerinduan yang begitu besar terkikis oleh waktu dan kesibukan yang terus mengalir tak tertahankan. Tetapi janji pertemuan yang semakin dekat selalu mengingatkan kembali nostalgia yang terpendam di memori, terungkit lagi kenangan-kenangan indah sebelum perpisahan menjurang lebar menumbuhkan kerinduan yang melambungkan angan dan menantang asa, akankah waktu mempertemukan kembali jiwa perindu pada kekasihnya?

Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa-sisa Ramadhan
Terjatuh terpuruk di keheningan
Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Pahala bagi orang beriman
….

(suara persaudaraan–album balada sebuah dangau)

Masih kuingat lamat-lamat nasyid itu kulantunkan pada detik-detik akhir Ramadhan penuh berkah, ketika bulan yang begitu dirindukan itu tanpa bisa ditolak pergi meninggalkan. Terasa sekali jiwa ketakwaan yang masih rapuh, saat Ramadhan pergi. Sadar banyak sekali kesempatan terlewatkan tanpa pencerahan. Ingin Ramadhan tetap menjadi hari-hari yang panjang.

Nun di sana
Masih ada jalan putih
Peluang kebaikan
Sebulan di Bulan Ramadhan…
(Now See Heart)

“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wabalighna Ramadhan”

Share it now...
Share on Facebook0Tweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Google+0
The following two tabs change content below.
Unix/Linux enthusiasts, good working experience with SAN, NAS, Linux, Solaris, AIX, VMWare & Graphic Design. Certified for Solaris Admin, EMC & HDS Storage.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *